Breaking News:

Salam

Apa Jadinya Jika Sistem Kesehatan Lumpuh?

Seorang pemuda warga Kabupaten Simeulue ditangkap polisi karena diduga menyebarkan berita bohong --melalui akun media sosialnya--

SERAMBINEWS.COM/SARI MULIYASNO
Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo SIK 

Seorang pemuda warga Kabupaten Simeulue ditangkap polisi karena diduga menyebarkan berita bohong --melalui akun media sosialnya-- yang mengatakan vaksin Sinovac haram. Si pemuda sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres setempat.

"Tersangka diduga melakukan tindak pidana terkait Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) karena membuat, menyebar berita hoaks yang provokatif terkait vaksin Sinovac di Aceh," kata Kapolres Simeulue, AKBP Agung Surya Prabowo.

Dari hasil penyelidikan sementara, si pemuda diduga menulis narasi bahwa masyarakat Aceh menolak vaksinasi Covid-19 karena Sinovac dianggap tidak halal. Bahkan di salah satu unggahannya, pelaku juga memuat konten provokasi berisi masyarakat Aceh menolak vaksin dan siap perang dengan pemerintah.

Atas perbuatannya tersangka ES dijerat Pasal 45 A ayat (1) Juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Terkait vaksin Sinovac, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sudah memfatwakan bahwa vaksin buatan Tiongkok itu halal. Dan, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali, mengingatkan masyarakat supaya jangan pernah meragukan fatwa MUI. “MPU Aceh berpegang teguh pada fatwa MUI, karena lembaga tersebut sudah melakukan kajian mendalam sebelum memberikan fatwa terkait pemakaian vaksin,” katanya.

MPU Aceh turut berharap agar masyarakat bisa menerima hukum 'halal' menggunakan vaksin sebagaimana difatwakan MUI. "Sesuai dengan syar'i, tim dari MUI sudah pergi langsung ke Cina dan mengaudit secara sempurna. Semua komponennya diaudit dan dipastikan halal," tegas Tgk Faisal Ali berdasarkan keterangan dari MUI Pusat.

Hasil audit MUI menjelaskan, vaksin itu dikembangbiakkan dari unsur kuman yang menjadi dasar dari penyakit tersebut. Vaksin Sinovac dikembangkan dari unsur kuman yang berasal dari monyet, bukan dari babi. Alat untuk pengembangannya tidak menggunakan unsur babi. “Makanya MUI mengambil status hukumnya halal dan suci. Kalau MPU Aceh bersikap dalam konteks vaksin, mempercayai dan mendukung hasil fatwa MUI Pusat. Kita tidak punya sumber daya untuk melakukan audit itu," ungkapnya.

Wakil Ketua MPU Aceh ini kembali menegaskan, selanjutnya menjadi tugas pemerintah dan tenaga kesehatan untuk menyosialisasikan dan meyakinkan masyarakat terhadap kesiapan dan keamanan dari penggunaan vaksin itu. "Mengenai masyarakat mau atau tidak, sangat terkait dengan kesiapan kesehatan dan lainnya, dan itu menjadi tugas pemerintah. Ketentuan vaksin itu kan sepanjang terjamin keamanannya, menurut ahli yang kredibel dan kompeten," ujarnya.

Hal itu disampaikan lantaran kasus Corona hingga kini masih sangat menakutkan. Total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 846.765 kasus. Pasien yang sembuh 695.807 orang. Jumlah yang meninggal hingga 12 Januari 2021 mencapai 24.645 orang, dan 607 di antaranya merupakan tenaga kesehatan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito mengkhawatirkan sistem kesehatan di Indonesia yang terancam lumpuh jika banyak dokter dan perawat meninggal sedangkan angka jangkitan Corona terus bertambah. "Apabila angka ini terus meningkat dan menyebabkan rumah sakit penuh, maka sistem kesehatan kita akan lumpuh," katanya.

Makanya, ada dua cara yang kini dianggap paling efektif mengantisipasi kasus Covid-19. Pertama vaksinasi dan kedua melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin.

"Jika masyarakat terus abai dan tidak menerapkan protokol kesehatan yang ketat, maka fasilitas kesehatan yang ada tidak akan cukup menangani kasus-kasus baru. Satu-satunya cara bagi masyarakat adalah dengan mencegah penularan dan menjalankan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan," paparnya. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved