Makin Mengkhawatirkan, Rudal yang Ditembakkan Iran Jatuh 100 Mil dari Kapal Induk Amerika
Pejabat anonim AS mengatakan, setidaknya dua roket meledak ketika menghantam perairan Samudra Hindia.
SERAMBINEWS.COM - Sebelumnya dikabarkan oleh media Iran bahwa Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) pada hari JUmat telah meluncurkan rudal balistik jarak jauh sebagai bagian dari latihan militer tahunannya, menyerang target maritim hingga sejauh 1.000 mil.
Rudal jarak jauh yang diluncurkan oleh Iran mendarat sekitar 100 mil dari kapal induk USS Nimitz. Lebih berbahaya lagi, rudal tersebut jatuh sekitar 20 mil dari kapal komersial yang melewati kawasan itu.
Pejabat anonim AS mengatakan, setidaknya dua roket meledak ketika menghantam perairan Samudra Hindia, "mengirimkan pecahan puing ke segala arah".
"Dua puluh mil dekat kapal komersial lebih memprihatinkan, tetapi tidak dilihat sebagai ancaman oleh militer AS," kata salah satu sumber kepada Fox News.
Baca juga: Lagi, Iran Uji Coba Rudal Balistik yang Mampu Jangkau Samudra Hindia
Baca juga: Arab Saudi Nilai Iran Sebagai Musuh Utama, Telah Menyebarkan Malapetaka di Timur Tengah
Baca juga: Israel Ubah Opsi Militer Terhadap Iran, Usai Joe Biden Ingin Lanjutkan Kesepakatan Nuklir
Sumber Fox anonim lainnya dilaporkan mengklaim bahwa peluncuran tersebut tidak menimbulkan alarm dan merupakan "latihan rutin yang cukup standar".
Sementara peluncuran itu tidak terlihat oleh awak pesawat. Satelit mata-mata Amerika di orbit dilaporkan telah melacak peluncuran rudal dari Iran.
Sebelumnya pada hari itu, media Iran melaporkan bahwa Teheran telah melakukan peluncuran rudal sebagai bagian dari latihan militer tahunannya, mencapai target maritim lebih dari 1.000 mil jauhnya. Tidak jelas apakah rudal yang dilaporkan oleh Fox News terhubung ke hal itu.
Sehari sebelumnya, sebuah kapal selam Iran dikabarkan meluncurkan rudal jelajah di Teluk Oman.
Baca juga: Gubernur Beri Apresiasi untuk Aceh Selatan, Kabupaten Tercepat Ajukan Pencairan Dana Desa
Baca juga: Syekh Ali Jaber Meninggal, Beberapa Peninggalan Karya Tulisan Ulama Kelahiran Madinah di Indonesia
Baca juga: AS Tuduh Iran Miliki Hubungan dengan Al-Qaeda
USS Nimitz dikirim ke wilayah Timur Tengah pada April 2020, dan diperintahkan untuk tetap berada di daerah tersebut untuk mengantisipasi kekhawatiran pembalasan Iran atas pembunuhan jenderal IRGC Qasem Soleimani oleh AS pada Januari 2020.
Setelah Trump mencap jenderal itu, dia langsung memerintahkan untuk dibunuh sebagai "monster" dan menuduh bahwa Soleimani sedang merencanakan serangan terhadap AS.
Teheran mengecam pembunuhan itu sebagai "tindakan teror", bersumpah untuk membawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan. (sputniknews/sak)