Internasional
Warga Yahudi Maroko Siap Terbang Langsung ke Kampung Halaman
Warga Yahudi Maroko telah bersiap terbang langsung ke kampung halamannya, Israel. Seperti Fanny Mergui tidak ragu lagi, untuk mengemasi koper naik
SERAMBINEWS.COM, RABAT - Warga Yahudi Maroko telah bersiap terbang langsung ke kampung halamannya, Israel.
Seperti Fanny Mergui tidak ragu lagi, untuk mengemasi koper naik penerbangan ke Israel setelah kerajaan menormalisasi hubungan dengan negara Yahudi itu.
Maroko, rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di Afrika Utara dan tanah leluhur sekitar 700.000 orang Israel, juga mengharapkan masuknya turis Israel ketika pandemi Covid-19 mereda.
"Saya sangat senang bahwa rute lima jam akan dilayani oleh penerbangan langsung," kata Mergui, seorang Yahudi Maroko yang tinggal di Casablanca.
"Ini revolusi sejati," katanya.
Baca juga: Arab Saudi Kutuk Israel, Pembangunan Permukiman Yahudi Terus Dilanjutkan
Penerbangan komersial langsung pertama berangkat dari Tel Aviv ke Rabat pada Desember 2020.
Untuk menandai perjanjian tiga arah yang ditengahi AS, di mana Washington juga mengakui kedaulatan Maroko atas sengketa Sahara Barat.
Namun tiket untuk penerbangan komersial reguler belum dijual.
Penundaan birokrasi telah diperparah oleh pandemi, yang memaksa Maroko menutup perbatasannya sejak Maret 2020.
Juga memberlakukan jam malam nasional pada Desember 2020.
Penyanyi Suzanne Harroch, yang harus menunggu 14 jam saat transit di bandara Paris ke Israel, menyebut pemulihan hubungan Israel-Maroko sebagai keajaiban.
"Banyak keluarga saya tinggal di sana," kata pria berusia 67 tahun itu.
"Saya tidak sabar untuk melihat mereka lebih sering, dan lebih sering lagi," harapnya.
Israel telah mendirikan kantor penghubung di Maroko pada 1990-an selama pembukaan diplomatik yang berumur pendek.
Tapi ditutup lagi pada awal 2000-an karena intifada Palestina kedua memicu tanggapan Israel yang menghancurkan.