Luar Negeri
Hari Ini Setahun Lalu, Kota Wuhan China Mencekam karena Corona, Seperti Kota Hantu, Ini Kilas Balik
China dan sejumlah pemerintah di seluruh dunia pun ramai-ramai menutup atau me-lockdown negaranya saat virus corona menyebar secara global.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Mursal Ismail
Penari lansia berputar-putar di taman dan kedai-kedai ramai menjual minuman khas China
Namun, Pemerintah China tampaknya telah mendorong narasi propaganda resmi.
Narasi keberhasilan pemerintah dalam menekan angka virus corona di Wuhan terus digaungkan.
Narasi propaganda itu berfokus pada tanggapan dan pemulihan Covid-19 di China yang "heroik".
Beijing tetap tutup mulut mengenai tuduhan atas penyebab penyebaran virus corona di seluruh dunia.
Beijing terus berusaha menutupi hal itu atau enggan disalahkan atas penyebaran wabah, dengan mengklaim berhasil menangani wabah dan ‘negara lain harus mencontohnya’.

Virus corona diyakini telah menyebar dari pasar Wuhan, tempat segalam macam hewan-hewan dijual sebagai menu makanan.
Tetapi otoritas China sangat sedikit merilis informasi tentang asal-usul virus tersebut, memicu seruan negara-negara barat untuk bersikap transparansi.
Peringatan ‘lockdown’ datang dari para ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelum memulai penyelidikan asal-usul virus corona.
Baca juga: Kabar Baik, Tak Ada Satu pun Kasus Virus Corona di Wuhan Setelah Lakukan Tes pada 9,9 Juta Penduduk
Baca juga: Kasus Penularan Corona Tinggi, Surabaya Disebut Bisa Jadi Wuhan Kedua, Kini Fakta Baru Terkuak
WHO mengatakan Jumat (22/1/2021), masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan apakah pandemi ini dimulai di China.
"Semua hipotesis ada di meja," kata direktur darurat WHO Michael Ryan.
Peringatan setahun ‘lockdown’ itu hampir tidak diakui di China pada Sabtu (23/1/2021) pagi.
Tidak ada pernyataan awal pemerintah yang terlihat dan sedikit pemberitaan di media propaganda China.
Sementara negara-negara lain, terutama Amerika Serikat, ragu-ragu dengan respons virus corona.
Mereka menyebut, Wuhan yang ditutup sepenuhnya, menjerumuskan ekonominya ke dalam resesi.