Breaking News:

Kajian Islam

Apakah Merokok Menzalimi Diri Sendiri? Berikut Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Perkara mengenai rokok, memang banyak pendapat, ada yang memperbolehkan merokok pun ada yang mengatakan rokok adalah haram.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Ustadz Abdul Somad (UAS) 

Batasi jumlah rokok per hari

Perokok aktif, sebaiknya mulai mengurangi atau membatasi jumlah rokok yang dikonsumsi setiap harinya.

Penelitian bertajuk “Effect of Smoking Reduction on Lung Cancer Risk” pada 2005 yang dimuat di The Journal of American Medical Association menunjukkan, perokok aktif yang mengurangi jumlah rokok dari 20 ke 10 batang per hari dapat menurunkan risiko kanker paru hingga 27 persen.

Bahkan, risiko kanker paru bisa dipangkas hingga 90 persen apabila perokok aktif berhenti sebelum usia 45 tahun. Hingga saat ini, mengurangi atau berhenti merokok merupakan cara paling efektif untuk menghindari risiko kanker paru.

Baca juga: Pengajian Ustaz Abdul Somad di Medan Dibubarkan, Ada Apa? Ada yang Datang 5 Jam Sebelumnya

Menghindari paparan asap rokok bagi perokok pasif

Salah satu cara terbaik mengurangi risiko kanker paru bagi perokok pasif adalah sebisa mungkin menghindari paparan asap rokok, baik di rumah maupun di tempat umum.

Sayangnya, masih banyak masyarakat tidak menyadari bahwa dirinya merupakan perokok pasif.

Untuk menghindarinya, sebaiknya pilih tempat di area bebas asap rokok saat berada di tempat umum, seperti di restoran, bandara, dan kafe.

Jika orang-orang terdekat adalah perokok aktif, minta mereka untuk tidak merokok di rumah atau di dalam mobil.

Konsumsi lebih banyak buah dan sayur

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved