Senin, 1 Juni 2026

Kesehatan

Besok Hari Pemberantasan Kusta Sedunia, Kenali Penyebab, Diagnosis dan Cara Pengobatannya

Setiap tahun peringatan Hari Pemberantasan Kusta Sedunia diperingati pada hari Minggu terakhir bulan Januari, yaitu tanggal 31 Januari tahun ini

Tayang:
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
Int
Ilustrasi kusta 

SERAMBINEWS.COM - Setiap tahun peringatan Hari Pemberantasan Kusta Sedunia diperingati pada hari Minggu terakhir bulan Januari, yaitu tanggal 31 Januari tahun ini (2021), lapor Boldsky, Sabtu (30/1/2021).

Penyakit kusta merupakan penyakit kronis menular yang biasanya menyerang sistem saraf, terutama kaki, tangan, dan wajah.

Hal ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae.

Kusta juga dikenal sebagai penyakit Hansen.

Berdasarkan laporan WHO, prevalensi global pada akhir tahun 2016 adalah 171.948 dengan angka prevalensi 0,23 per 10.000 penduduk.

Di seluruh dunia, 210.000 kasus baru dilaporkan setiap tahun, di mana 15.000 di antaranya adalah anak-anak.

Penyakit kusta menyebar melalui kontak dengan sekresi lendir orang yang terinfeksi kusta.

Baca juga: 5 Manfaat Kesehatan Setelah Minum Air Jahe, Mempercepat Metabolisme Hingga Menjaga Kadar Kolesterol

Biasanya terjadi ketika seseorang bersin atau batuk.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), penyakit ini memiliki masa inkubasi rata-rata lima tahun.

Jenis Penyakit Kusta

Melansir dari Boldsky, Sabtu (30/1/2021), berikut ini tiga jenis penyakit kusta:

- Kusta tuberkuloid - Ini adalah bentuk kusta yang ringan dan tidak terlalu parah yang menyebabkan beberapa bercak kulit berwarna pucat.

Kulit bisa terasa mati rasa karena saraf di bawahnya rusak.

- Kusta lepromatosa - Jenis kusta ini menyerang saraf, kulit, dan organ lainnya. Kusta lepromatosa lebih menular.

- Kusta garis batas - Bentuk kusta ini menunjukkan ciri-ciri kusta tuberkuloid dan lepromatosa.

Ini juga ditandai dengan banyak lesi asimetris.

Kusta menyebar melalui kontak dengan sekresi mukosa orang yang terkena infeksi dan biasanya terjadi ketika penderita kusta bersin atau batuk. Penyakit ini tidak terlalu menular.

Baca juga: Tentang Kafein Dalam Kopi, Masuk Dalam Tubuh Hingga Manfaatnya Bagi Kesehatan

Namun, kontak dekat dan terus menerus dengan orang yang tidak diobati dalam jangka waktu yang lebih lama dapat menyebabkan kusta tertular.

Gejala Kusta

- Lesi kulit

- Kelemahan otot

- Mati rasa di tangan, lengan, tungkai dan kaki

- Kehilangan alis atau bulu mata

- Kulit kering atau tebal

- Bisul tidak nyeri di telapak kaki

- Pembengkakan atau benjolan yang tidak nyeri di wajah

- Bercak kulit yang berubah warna

- Saraf membesar

Baca juga: 11 Manfaat Kesehatan Teh Delima, Bagus untuk Jantung hingga Perawatan Gigi, Begini Cara Membuatnya

Komplikasi Kusta

- Rambut rontok

- Kelemahan otot

- Pengrusakan

- Ketidakmampuan menggunakan tangan dan kaki

- Iritis, radang iris di mata

- Kebutaan

- Disfungsi ereksi

- Infertilitas

- Kerusakan saraf permanen di kaki dan lengan

- Glaukoma

- Hidung tersumbat dan mimisan kronis

- Gagal ginjal

Baca juga: Sering Coret-coret Buku? Inilah 5 Manfaat Kesehatan Mental dari Mencoret-coret, Bisa Lebih Fokus

Diagnosis Kusta

Pemeriksaan fisik akan dilakukan oleh dokter dan biopsi juga dilakukan dengan membuang sebagian kecil kulit atau saraf dan dikirim ke laboratorium untuk diuji.

Dokter juga dapat melakukan tes kulit lepromin untuk mengetahui bentuk kusta dengan cara menyuntikkan sejumlah kecil bakteri penyebab kusta yang tidak aktif ke lengan atas.

Penderita tuberkuloid atau kusta borderline akan memberikan hasil yang positif di tempat suntikan.

Baca juga: Pria Indonesia Sentuh Area Pribadi Perawat di Malaysia Seraya Berkata: Saya Mau Ini

Pengobatan Kusta

Pada tahun 1995, WHO mengembangkan terapi multidrug untuk menyembuhkan semua jenis penyakit kusta.

Selain itu, beberapa antibiotik digunakan untuk mengobati kusta dengan cara membunuh bakteri penyebabnya.

Antibiotik ini adalah dapson, clofazimine, minocycline, ofloxacin, dan rifampisin.

Baca juga: Sambil Menangis, Pengantin Pria Minta Maaf ke Istri, Karena Tamu tak Datang ke Resepsi Pernikahan

Obat anti inflamasi digunakan untuk pengobatan kusta untuk mengontrol nyeri dan kerusakan saraf.

Obat-obatan ini termasuk aspirin, thalidomide, atau prednisone.

Pengobatan penyakit kusta bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau hingga 1 hingga 2 tahun.

Cara Mencegah Kusta

Hindari kontak dekat jangka panjang dengan orang yang tidak diobati (terinfeksi) kusta.

Masih mengutip dari Boldsky, penyakit kusta ditemukan di 127 negara, dengan 80 persen kasus di India, Brazil dan Indonesia.

Orang yang terkena kusta seringkali mengalami diskriminasi dan stigma yang berdampak negatif pada akses mereka terhadap diagnosis, hasil pengobatan dan hasil perawatan. (Serambinews.com/Firdha Ustin)

Baca juga berita lainnya

Baca juga: Pelajar Nekat Mencuri Motor Milik Prajurit TNI, Langsung Ambil di Garasi

Baca juga: VIDEO Kondisi Serba Kekurangan Sekolah di Peusangan Bireuen, Kelas Siswa Dijadikan Ruang Guru

Baca juga: Ini Perbedaan Dinar dan Dirham yang Kini Makin Tinggi Permintaan Pasar

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved