Breaking News:

Berita Luar Negeri

Jerman Segera Kirim Armada Perang ke Jepang, Mulai Waspadai Gerak-gerik China di Indo-Pasifik

Jerman baru-baru ini menyusun kebijakan keamanan baru dengan memasukkan kawasan Indo-Pasifik sebagai salah satu fokus perhatian. Waspadai china

Editor: Muhammad Hadi
AFP
Personel Angkatan Laut Jerman berdiri di depan kapal Frigate Hamburg, di Port Rashid, Dubai, Uni Emirat Arab 

SERAMBINEWS.COM - Negara-negara besar termasuk dari eropa mulai menganggap penting kawasan Indo-Pasifik.

Mereka mulai mencurigai aktivitas China yang terus memperkuat angkatan militernya.

Jerman baru-baru ini menyusun kebijakan keamanan baru dengan memasukkan kawasan Indo-Pasifik sebagai salah satu fokus perhatian.

Dalam waktu dekat, militer Jerman juga berencana mengirimkan armada kapalnya ke Jepang.

Baca juga: Drone Tempur Siluman GJ-11 Buatan China, Bisa Serang Musuh Tanpa Terdeteksi

Pemerintah Jerman kini semakin mempertimbangkan untuk mengirim armada kapal fregat mereka ke Jepang guna melakukan latihan militer bersama.

Diungkap bahwa Jerman mulai mewaspadai gerak-gerik China di kawasan Indo-Pasifik.

Dilansir dari Nikkei, armada kapal milik Angkatan Laut Jerman dijadwalkan akan berlayar ke Jepang pada musim panas tahun ini.

Kemungkinan juga akan singgah di Korea Selatan dan Australia.

Bagi Jerman, ini merupakan langkah yang cukup langka mengingat negara ini tidak memiliki wilayah atau kepentingan khusus di Indo-Pasifik.

Baca juga: Rudal Trident, Senjata Nuklir Mengerikan Milik Inggris, Jangkau Target di Seluruh Dunia

Musim gugur tahun lalu, kabinet Jerman menyetujui pedoman militer baru yang berkaitan dengan aktivitas di Indo-Pasifik.

Pedoman tersebut menekankan pentingnya supremasi hukum dan mempromosikan pasar terbuka di kawasan, menyiratkan penolakan adanya monopoli yang hendak dilakukan China.

Pengerahan armada kapal fregat yang direncanakan pada musim panas ini merupakan langkah pertama dalam mewujudkan strategi baru tersebut.

"Kami berharap bisa berlayar musim panas ini. Kami belum memutuskan detailnya, tapi kami melihat Jepang sebagai 'port of call'.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved