Breaking News:

Jurnalisme Warga

Khidmatnya Haul Abon Abdul Aziz Samalanga

Hari Sabtu, 23 Januari 2021 merupakan hari yang dipilih untuk melaksanakan haul Allahyarham Abon Abdul Aziz yang ke-32 tahun

Khidmatnya Haul Abon Abdul Aziz Samalanga
IST
MIRNANI MUNIRUDDIN ACHMAD, M.A., Guru MIN 13 Pidie Jaya, Anggota FAMe Chapter Pidie Jaya, dan alumnus Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, melaporkan dari Pidie Jaya

OLEH MIRNANI MUNIRUDDIN ACHMAD, M.A., Guru MIN 13 Pidie Jaya, Anggota FAMe Chapter Pidie Jaya, dan alumnus Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, melaporkan dari Pidie Jaya

Hari Sabtu, 23 Januari 2021 merupakan hari yang dipilih untuk melaksanakan haul Allahyarham Abon Abdul Aziz  yang ke-32 tahun. Beliau lebih dikenal dengan sapaan Abon Samalanga. Perayaan haul kali ini benar-benar berbeda dengan kegiatan haul yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Acara yang sudah dimulai sejak 22 Januari 2021 ini dimulai dengan khatam Alquran, pembacaan manaqib Abon Abdul Aziz, pembacaan selawat, serta pembacaan Yasin Fadhilah.

Kegiatan ini diadakan di dayah-dayah cabang Al-Aziziyah di beberapa kabupaten/kota seluruh Aceh juga beberapa tempat di luar negeri. Alternatif yang diambil ini diharapkan agar acara haul tetap dapat dilaksanakan tanpa mengabaikan anjuran pemerintah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di setiap rangkaian acara yang dilakukan.

Saya termasuk alumni Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga yang berkesempatan untuk mengikuti berbagai rangkaian acara haul Abon yang dilaksanakan di Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng. Acara yang dimulai  pukul 08.00 WIB langsung dimulai dengan acara “peusijuek” (tepung tawar) alumni MUDI Mesjid Raya Samalanga wilayah Kabupaten Pidie Jaya yang telah berhadir ke tempat acara oleh ulama kharismatik Aceh Al-Mukarram Abu Kuta Krueng dengan dibantu oleh Abu Tanjong.

Acara dilanjutkan dengan doa dan zikir bersama yang juga dipimpin oleh Abu Kuta Krueng. Acara doa yang berlangsung khidmat mengingatkan saya kembali bagaimana suasana dayah yang pernah kami rasakan sebelumnya saat pernah menjadi santriwati di Dayah  MUDI Mesra Samalanga. Lantunan doa juga membuat kami terbayang kepada perjuangan Al-Mukarram Abon Abdul Aziz  yang telah  menghabiskan sisa hidupnya dalam  memperkuat fondasi beut-seumeubeut dalam jiwa anak didik beliau.  Slogan yang terasa ringan, tapi siapa sangka mengandung nilai tinggi dalam dunia pendidikan, khususnya di Aceh tercinta.

Setelah larut dalam doa yang Abu Kuta Krueng panjatkan, agenda selanjutnya adalah mengikuti rangkaian acara yang dilaksanakan di Dayah MUDI Mesra Samalanga melalui virtual zoom yang diikuti oleh alumni di berbagai daerah di Aceh. Di ruangan aula yang disediakan Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, saya beserta alumni bisa merasakan perasaan sedih dan haru menyelimuti hati karena tidak bisa berhadir langsung ke Dayah MUDI Mesra Samalanga, tempat kami diperkenalkan lebih jauh pada akhirat, terutama lebih mengenal Allah Swt dan Rasulullah saw.

Peringatan haul Abon di tahun 2021 ini mengusung tema “Memperkokoh Spirit Beut-Seumeubeut  dan Komitmen Penanggulangan Covid-19 di Era Pandemi”. Pemilihan tema ini tentu saja berkenaan dengan keadaan dunia yang sedang dilanda pandemi yang sampai sekarang masih menggerogoti tatanan kehidupan manusia, baik tatanan ekonomi, sosial, dan tatanan pendidikan yang juga termasuk di dalamnya proses belajar-mengajar yang dilakukan di berbagai dayah di Aceh.

Dari acara virtual zoom yang kami ikuti, terlihay Dayah MUDI Mesra Samalanga mengadakan acara hadharah dan pelantikan alumni cabang Kabupaten Bireuen serta wilayah Jakarta. Acara selanjutnya diikuti dengan tausiah yang disampaikan oleh Al-Mukarram Abu Syaikh Hasanoel  Bashri HG. Dalam tausiah yang Abu sampaikan, jelas sekali beliau terlihat merasakan betapa alumni sangat ingin mengunjungi dayah tercinta, bertemu dengan guru dan kawan-kawan tercinta. Namun, keinginan tersebut harus diurungkan demi taat pada peraturan negara dan demi keselamatan semua yang kelak bernilai pahala di sisi Allah. Dengan mengingat jumlah alumni yang tidak sedikit jika harus dilaksanakan pada satu tempat di Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga, acara silaturrahmi tetap bisa tersambung walau hanya dalam bentuk virtual semata.

Abu tampak tidak dapat membendung kesedihan beliau karena tidak dapat berjumpa dengan semua alumni seperti yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, Abu meyakinkan kami sebagai alumni bahwa silaturahmi melalui hati jauh lebih dekat dibanding silaturahmi fisik semata.

Abu juga mengharapkan agar pandemi tidak menjadi alasan bagi kami alumni untuk menyurutkan semangat dalam mengikuti acara haul Allahyarham Abon Abdul Aziz dengan tetap mendoakan beliau, mengikuti keteladan yang telah Abon ajarkan, tetap berusaha menjadi hamba yang bermanfaat bagi masyarakat lainnya sesuai kemampuan dan kapasitas yang dimiliki oleh masing-masing alumni, terutama dalam bidang beut-seumeubeut di manapun kami berada.

Abon Abdul Aziz salah seorang ulama karismatik Aceh yang sangat banyak mencurahkan ilmu dan pikirannya dalam pendidikan agama Islam di Nanggroe Aceh tercinta ini. Walau 32 tahun sudah Abon Abdul Aziz meninggalkan dunia ini, tepat pada tanggal 9 Jumadil Akhir 1409/17 Januari 1989 dalam usia 58 tahun, tapi berbagai macam kenangan yang beliau tinggalkan kepada murid-muridnya.

Abon merupakan pribadi pimpinan yang dikenal  disiplin dan punya semangat yang luar biasa dalam mengajar, tak terkecuali ketika beliau sakit, badan akan terasa sehat ketika akan mengajar. Abon selalu mengingatkan kepada murid-muridnya di setiap kesempatan untuk tetap melestarikan belajar-mengajar (beut-seumubeut). Dengan kata lain, Abon ingin menenekankan bahwa kita, baik semasa menjadi santri  ataupun sesudah menjadi alumni harus tetap menggunakan setiap kesempatan yang kita miliki selalu dalam keinginan untuk mencari ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain.

Tentu saja ini tidak lepas dari salah satu kata-hikmah “tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang ke lahad”. Ilmu Allah sungguh luas, setidaknya jangan biarkan ilmu yang telah kita dapatkan berhenti hanya untuk pribadi kita sendiri, tetapi harus tetap ada istilah transfer of knowledge, ajarkan dan sampaikan pada orang lain walaupun itu hanya mengajarkan membaca Alquran.

Pesan Abon tersebut telah menjadi semangat jiwa yang telah tertanam dalam pemikiran murid-muridnya. Tidak sedikit dayah Al-Aziziyah lainnya yang telah tersebar di berbagai pelosok Aceh  ini. Telah banyak alumni-alumni santri yang telah ikut mengambil andil dalam memajukan pendidikan Islam di Aceh, dengan tetap menomorsatukan akhlak dan perilaku terpuji sebagai alumni santri dayah. Mereka mengadopsi berbagai akhlak mulia yang telah diajarkan di dayah, mulai dari praktik patuh dan hormat pada guru, praktik patuh dan menaati peraturan yang telah diterapkan dayah, praktik melaksanakan hak dan kewajiban sebagai santri, praktik memberikan pengabdian bagi kemajuan dan kemakmuran bangsa, serta praktik hidup berdampingan dengan masyarakat.

Pada akhirnya, dalam suasana haul Allahyarham Abon Abdul Aziz yang ke-32 ini, mari kita jadikan beliau sebagai inspirasi dalam kegigihannya berkontribusi dalam dunia pendidikan. Walaupun pandemi menghadang, tetapi semangat kita dalam pendidikan tidak boleh padam. Semoga keteladanan yang Abon berikan bisa menjadikan kita santri-santri maupun yang sudah menjadi alumni dayah di mana pun dan dalam kondisi apa pun harus tetap terus berupaya mengamalkan, mengambil andil, dan menyampaikan berbagai  ilmu pengetahuan, kebaikan dan pusat keteladanan akhlakul karimah kepada rakyat Aceh khususnya dan untuk Indonesia pada umumnya.  Allahummaghfirlahuu. <19910815nani@gmail.com>

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved