Berita Kutaraja
Beredar WA Penipuan Catut Nama Tim Haji Uma, Minta Uang & Tawarkan Jasa Keluar Masuk Malaysia
Pesan WhatsApp (WA) penipuan yang mencatut nama tim anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma beredar di media sosial (medsos).
Laporan Saifullah | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pesan WhatsApp (WA) penipuan yang mencatut nama tim anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman atau Haji Uma beredar di media sosial (medsos).
Pelaku mencatut nama Nazaruddin bin Ismail (Abu Saba) dan Faisal bin Ilyas (Haikal), dia anggota tim Haji Uma yang selama ini berdomisili di Malaysia untuk meyakinkan korbannya.
Aksi penipuan tersebut rupanya sudah berlangsung sejak 7 Februari 2021, dengan menargetkan warga Aceh di Malaysia dan di Provinsi Aceh.
Haji Uma ikut membenarkan kejadian penipuan tersebut dan menyarankan Abu Saba untuk melaporkan kepada pihak berwajib di Malaysia.
“Benar, Abu Saba sudah memberitahukan kepada saya terkait aksi penipuan yang mencatut namanya dan saya sudah menyarankan Abu Saba untuk melaporkan kepada kepolisian setempat yang ikut ditembuskan kepada KBRI Kuala Lumpur,” ungkap Haji Uma lewat pesan WA.
• DLHK Lirik Retribusi Sampah Medis
• BEM Nusantara Minta Pusat Dukung Aceh Gelar Pilkada 2022
• Nisan Kuno Ditemukan di Proyek Tol
Untuk diketahui, Abu Saba selama ini cukup dikenal oleh warga Aceh di Malaysia, karena keterlibatannya dalam berbagai aksi sosial di ‘negeri jiran’ tersebut.
Bersama anggota tim Haji Uma lainnya, Abu Saba kerap membantu pemulangan jenazah, orang sakit, dan warga warga Aceh yang telantar di Malaysia ke Tanah Air, dengan dipelopori oleh Haji Uma bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.
Sedangkan modus penipuannya yakni, pelaku yang mengaku sebagai Abu Saba, dan menggunakan nomor WhatsApp 083192444530, serta memasang foto profil Abu Saba, kemudian mengelabui targetnya dengan menawarkan jasa dan meminta bantuan dana untuk warga Aceh yang tertimpa musibah di Malaysia.
Untuk target korban warga Aceh di Indonesia, pelaku mengirim pesan WhatsApp yang menawarkan jasa pengurusan masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal dengan biaya 4 juta per orang.
Sebagai tanda jadi, terlebih dahulu pelaku meminta korban mengirimkan sejumlah uang untuk boking tiket dengan besaran dana yang bervariasi melalui rekening BNI nomor: 0971816933 atas nama Zulkifli.
• Usaha Ternak Murai Ternyata Cukup Menggiurkan, Keuntungan hingga Rp 20 Juta Per Bulan
• Jaksa Agung Ganti 10 Kajari se-Aceh, Termasuk Dua Asisten dan Koordinator
• Disnakermobduk Aceh & FKJP Buka Kesempatan Magang Kerja di 35 Perusahaan, Pendaftaran Mulai Hari Ini
Begitu juga sebaliknya, pelaku menawarkan jasa bagi warga Aceh di Malaysia yang hendak kembali ke Provinsi Aceh.
Pelaku meyakinkan korban bahwa setiap minggu, ia 4 kali pulang pergi Aceh-Malaysia dan membawa 10 orang TKI setiap kali pulang-pergi melalui jalur laut yang tidak resmi itu.
Selain menawarkan jasa keluar masuk TKI, pelaku juga mengelabui targetnya dengan meminta bantuan dana untuk ongkos pulang dirinya dari Batam ke Aceh.
Alasannya ia tidak ada lagi dana setelah membantu pemulangan orang sakit dari Malaysia. Padahal sampai saat ini Abu Saba masih berada di Malaysia bersama keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/nama-tim-haji-uma-dicatut.jpg)