Inovasi Pengolahan Sampah
Magalarva Hadirkan Inovasi Pengolahan Sampah Organik
Pada dasarnya proses produksi perusahaan ini adalah membesarkan larva hasil metamorfosis telur lalat dan memberi makan dengan sampah olahan organik.
Dana ini akan digunakan untuk memperbesar skala industri, melalui riset efektivitas dan otomatisasi produksi, serta menjajaki pasar ekspor.
Targetnya, mereka bisa mengolah 30 ton sampah organik per hari dan menghasilkan 5 ton larva BSF.
Magalarva juga mampu menghasilkan berbagai produk.
Produk utama mereka adalah larva hidup yang bisa dijual ke peternak ikan lele, nila, patin dan sebagainya.
Kemudian larva yang sudah dikeringkan untuk pakan ikan hias.
Ada juga pupuk organik untuk tanaman yang telah melewati berbagai riset.
Pupuk ini kata Rendria bisa meningkatkan produktivitas tanaman hingga 3,5 kali lipat.
“Kita sudah coba ke tanaman cabai, tomat, sayur-sayuran seperti selada. Sudah cukup banyak riset, pupuk itu jauh lebih bagus dibandingkan pupuk yang bisa kita beli di pasaran,” ujar dia.
Selain larva dan pupuk, Magalarva juga bisa memproduksi tepung larva BSF dengan kandungan protein tinggi.
“Kandungan proteinnya bisa sampai 50-55 persen. Cocok untuk peternakan juga ikan atau ayam,” ujar Rendria.
Terakhir, ada produk minyak yang bisa digunakan sebagai substitusi minyak kelapa sawit.
“Sudah ada riset, minyak itu bisa menjadi bahan baku sabun untuk cuci tangan. Tapi itu masih dalam skala yang sangat kecil,” kata dia.
Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatakan inovasi seperti ini bisa jawaban persoalan penumpukan sampah di berbagai TPA.
“Paling tidak 60 persen itu bisa mengurangi timbunan yang dibuang ke landfill. Dengan demikian landfillnya bisa bertahan lebih lama, sehingga tidak mudah penuh dan kita tidak perlu juga landfill baru,” jelas dia.
Menurut dia, kapasitas pemerintah daerah masih mempunyai berbagai hambatan dalam mengelola sampah.
“Pemerintah daerah yang mampu mengolah sampah dengan benar itu masih di bawah 50 persen. Bahkan di beberapa daerah masih jauh di bawah standar,” ujar dia.
Menurut dia, pemerintah berusaha menerapkan circular economy dalam pengelolaan sampah.
“Ini juga akan mengurangi pencemaran dan kerusakan lingkungan karena sampah dijadikan sebagai sumber daya,” ujar dia.(AnadoluAgency)