Inovasi Pengolahan Sampah

Magalarva Hadirkan Inovasi Pengolahan Sampah Organik

Pada dasarnya proses produksi perusahaan ini adalah membesarkan larva hasil metamorfosis telur lalat dan memberi makan dengan sampah olahan organik.

Editor: Taufik Hidayat
Muhammad Latief - Anadolu Agency
Lalat Black Soldier Fly yang menghasilkan larva pemakan sampah organik. 

SERAMBINEWS.COM, BOGOR - Aroma tidak sedap menguar saat memasuki kawasan pabrik di Desa Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Rabu.

Beberapa karyawan terlihat hilir mudik.

Seorang pegawai di sudut bangunan berangka baja ini mengaduk sampah organik dalam tong-tong plastik besar berwarna biru.

Dia menggunakan mesin pengaduk serupa bor panjang.

Petugas lain mengangkut hasil adukan ke bak-bak berisi ribuan larva, sejenis ulat hasil metamorfosis telur, yang terlihat lincah dan rakus melahap sampah-sampah olahan berbentuk mirip bubur kasar.

Tak jauh dari itu, di bak lain, dua orang terlihat sedang mengambil larva-larva dewasa, memisahkannya dari tanah yang terbentuk dari sampah yang mengalami proses pengomposan.

Di bagian lain, tampak mesin pemanas yang terus berputar mengeringkan larva-larva hingga siap dikemas.

Itu adalah aktivitas di fasilitas produksi Magalarva, sebuah perusahaan bioteknologi yang mengolah sampah dengan bantuan spesies lalat Black Soldier Fly (BSF/hermetia illucens).

Pada dasarnya proses produksi perusahaan ini adalah membesarkan larva hasil metamorfosis telur lalat dan memberi makan dengan sampah olahan organik.

Butuh waktu satu minggu untuk membesarkan larva kecil hingga dewasa.

“Larva yang tumbuh dewasa dan mengandung banyak protein ini kita panen. Kemudian bisa kita jual atau offload ke industri peternakan dan pertanian,” ujar CEO Magalarva Rendria Labde pada Anadolu Agency saat mengunjungi fasilitas produksi mereka, Rabu (10/2/2021).

Mengubah Sampah Organik Menjadi Pakan Ternak, Solusi Atasi Penumpukan Sampah

Virus Corona Spanyol Awalnya Ditemukan Dalam Limbah Kota

Warga Temukan Mayat Wanita Setengah Terkubur, Awalnya Dikira Ular

Pengolahan sampah yang efisien

Kemampuan larva-larva ini mengolah sampah sangat efisien, kata Rendria.

Menurut dia pengomposan sampah dengan larva BSF hanya memakan waktu 1-2 hari, jauh lebih cepat dibandingkan pengomposan di tempat pembuangan sampah (TPA) yang bisa berbulan-bulan.

Perbedaan waktu decomposing ini menurut Rendria bisa menimbulkan efek positif yang besar pada proses pengolahan sampah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved