Inovasi Pengolahan Sampah

Magalarva Hadirkan Inovasi Pengolahan Sampah Organik

Pada dasarnya proses produksi perusahaan ini adalah membesarkan larva hasil metamorfosis telur lalat dan memberi makan dengan sampah olahan organik.

Editor: Taufik Hidayat
Muhammad Latief - Anadolu Agency
Lalat Black Soldier Fly yang menghasilkan larva pemakan sampah organik. 

Baru-baru ini mereka menjalin kerja sama dengan Super Indo untuk mengolah sampah dari toko jaringan ritel ini.

Awalnya mereka memulai dengan mengolah sampah sekitar 60 kilogram, kini perusahaan ini sudah bisa mengolah 6-10 ton per hari, ujar Rendria.

Sedangkan produksi larva kini sudah bisa mencapai 1 ton per hari.

Virus Corona Menyebar di Wuhan Mulai 17 November 2019, Pria 55 Tahun Korban Pertama di Dunia

Italia Catat Virus Corona Pertama pada September 2019

Mantan Sekretaris MA Nurhadi Ancam Bakal Polisikan Saksi atas Dugaan Keterangan Palsu dan Fitnah

Tantangan sebagai perintis

Bukan perkara mudah bagi Magalarva memanfaatkan BSF untuk mengolah sampah.

Menurut Rendria, karena pemanfaatan BSF masih terbilang baru, mereka tidak banyak memiliki contoh praktik yang bisa segera diaplikasikan pada proses produksi.

Mereka harus mencoba berbagai teori dan praktik untuk menemukan proses produksi yang paling sesuai dengan realitas di lapangan.

“Jadi, sangat banyak perjalanan yang harus kita tempuh untuk bisa menemukan solusi yang visible,” ujar Rendria.

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, Magalarva juga menghadapi tantangan, karena aktivitas hotel dan restoran, sumber sampah mereka, berkurang drastis.

Sebenarnya kata Rendria volume sampah organik tidak berkurang, hanya berpindah tempat.

“Sampah organik yang tadinya banyak dihasilkan oleh restoran dan hotel, berpindah ke rumah-rumah akibat kebijakan untuk tetap di rumah,” ujar dia.

“Secara general sampahnya sama saja jumlahnya. Tapi jadi susah untuk dikoleksi,” tambah dia.

Dukun Aborsi Ditangkap Polisi, Gugurkan Kandungan dengan Ramuan Merica dan Minuman Soda

VIDEO - Merinding, Video Penampakan Hantu Terekam Google Maps

Gadis Cilik di Nias Selatan Dibunuh Tetangga, Jasad Dimasukkan Dalam Karung, Anak Pelaku Jadi Saksi

Inovasi produk

Sebagai perusahaan rintisan, Magalarva sudah menarik minat investor.

Pada Juni 2019 lalu mereka mengumumkan telah mendapatkan pendanaan sebesar USD500.000 dari perusahaan yang tidak disebutkan Namanya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved