Kamis, 16 April 2026

Luar Negeri

Mengajar Al Quran di Rumah, Ustadzah Ternama di Arab Saudi Ditangkap oleh 20 Anggota Intelijen

Seorang ustadzah ternama di Arab Saudi telah dilaporkan ditangkap oleh 20 anggota Intelijen negara itu.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
Isa Terli / Anadolu Agency
Ilustrasi - Seorang wanita terlihat sedang membaca Al-quran 

SERAMBINEWS.COM – Seorang ustadzah ternama di Arab Saudi telah dilaporkan ditangkap oleh 20 anggota Intelijen negara itu.

Laporan tersebut disampaikan oleh Prisoners of Conscience di akun Twitter-nya pada Senin (15/2/2021).

Laporan tersebut menyebutkan bahwa pihak berwenang di Arab Saudi telah menangkap seorang ustadzah terkenal bernama Aisha Al-Muhajiri.

Melansir dari Middle East Monitor (MEMO), Selasa (16/2/2021), perihal penangkapan itu dilaporkan karena dia terus berdakwah dan mengajar Al quran di rumahnya di Kota Suci Mekkah. 

Wanita yang 65 tahun itu dikatakan telah ditangkap oleh 20 anggota dari Badan Intelijen Arab Saudi.

Menurut Prisoners of Conscience, selain menangkap Aisha, mereka juga mengamankan dua wanita lainnya yang ditangkap secara bersamaan. 

Baca juga: Arab Saudi Tangkap Kelompok Pencucian Uang ke Luar Negeri, Sita Uang Rp 241 Miliar dan Emas 19 Kg

Baca juga: Ketua Dewan Syura Arab Saudi Kutuk Serangan Rudal Milisi Houthi, Sebut Sebagai Kejahatan Perang

Baca juga: Hukuman Tiga Pemuda Arab Saudi Berubah, Dari Hukuman Mati Jadi 10 Tahun Penjara

"Satu dari dua wanita itu berusia 80 tahun, sementara keluarga wanita lainnya menolak untuk mengungkapkan informasi apapun tentang dia," kata Prisoners of Conscience.

Prisoners of Conscience merupakan lembaga non-pemerntah yang melaporkan penangkapan dan penindasan pemerintah Saudi terhadap aktivis dan tokoh masyarakat.

Setelah penangkapan mereka, dilaporkan bahwa siapa pun yang menanyakan informasi tentang penahanan atau dakwaan juga akan ditangkap, termasuk anak-anak Aisha sendiri. 

"Kami mengonfirmasi bahwa anak-anak dari Aisha Al-Muhajiri diancam akan ditahan ketika mereka menanyakan tentang dia setelah dia ditangkap," kata Prisoners of Conscience. 

Pihak berwenang dilaporkan mengatakan, "Kami akan menangkap siapa pun yang menanyakan tentang keberadaan dia."

Kelompok tersebut menunjukkan bahwa Aisha ditahan di Penjara Dhahban dekat kota pesisir Jeddah.

Sejumlah ulama, aktivis, dan kritikus rezim Saudi telah ditangkap selama beberapa tahun terakhir. 

Baca juga: Empat Drone Houthi Serang Bandara Abha Arab Saudi, Pesawat Komersil Jadi Sasaran Tembak

Baca juga: Arab Saudi Harapkan AS Sebagai Teman dan Sekutu, Siap Selesaikan Konflik di Jazirah Arab

Baca juga: Riyadh akan Jadi Salah Satu Kota Terkaya Dunia, Putra Mahkota Saudi Siap Wujudkan Ambisinya

Bahkan ulama yang sangat dihormati dan terkenal pernah ditahan hanya karena mengomentari urusan terkini atau kebijakan pemerintah.

Di antaranya adalah Aid Al-Qarni, Ali Al-Omari, Safar Al-Hawali, Omar Al-Muqbil, dan Salman al-Ouda. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved