Berita Internasional
Bikin Terenyuh! Begini Kata-kata Terakhir Satu Keluarga yang Ditemukan Tewas Kelaparan di Gurun
Menurut laporan sejumlah media, 21 orang termasuk anak-anak mengungsi dengan mobil SUV Toyota Sequoia.
SERAMBINEWS.COM – Satu keluarga pengungsi dari Sudan yang jumlahnya diperkirakan 21 orang mengalami nasib tragis saat mencoba pindah ke Libya.
Mereka diduga tersesat di gurun pasir sehingga meninggal akibat kehausan dan kehabisan bekal.
Sebanyak delapan orang yang merupakan satu keluarga itu kemudian ditemukan tewas di gurun Libya, demikian diwartakan Oman Observer pada Minggu (14/2/2021).
Mereka diyakini kelaparan dan kehausan usai tersesat dan ditemukan dengan surat berisi kata-kata terakhir.
Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan jasad kedelapan orang itu bergelimpangan bersama barang-barang berceceran di sekitar mobil, yang sebagian terkubur pasir.
Baca juga: Kontrak dengan Nike Berakhir, AS Roma Gandeng New Balance untuk Sponsor Jersey, Ini Besaran Nilainya
Baca juga: Kodam IM Operasi 33 Pasien Bibir Sumbing dari 7 Kabupaten/Kota di Aceh, Ini Penekanan Pangdam
Baca juga: Simak, Cara Mengatasi Keputihan, Berikut Ini Tanda-tanda Keputihan Tidak Normal
Menurut laporan sejumlah media, 21 orang termasuk anak-anak mengungsi dengan mobil SUV Toyota Sequoia.
Mobil itu ditemukan sudah terbengkalai tak berpenumpang, sekitar 400 km barat daya Kota Kufra, Libya.
Polisi yang sedang berpatroli di kawasan tersebut menemukan jasad tiga wanita dan lima pria, sedangkan nasib 13 orang lainnya tidak diketahui.
Penyelidikan dari polisi Libya menemukan, keluarga itu berangkat dari El Fasher di Sudan menuju Kufra di Libya pada Agustus tahun lalu dan tersesat.
Namun, mobil itu baru ditemukan pekan lalu bersama surat kata-kata terakhir dari keluarga tersebut.
Baca juga: Kwarcab Pramuka Langsa Upgrading Pengurus di Hutan Kota
Baca juga: Asrama Mahasiswa Aceh di Sejumlah Daerah Selesai Direnovasi
Baca juga: Nyeleneh! Ibu Ini Mengira Air Kencing Bisa Sembuhkan Covid-19, Paksa Anaknya Minum Setiap Pagi
"Kepada siapa pun yang menemukan surat ini, ini nomor telepon saudara laki-laki saya, Muhammad Saifuddin," bunyi kalimat di surat itu.
"Maaf Bu, karena tidak bisa menghubungi dirimu. Ayah dan Nasir, aku mencintaimu. Doakan kami, izinkan kami mati di sini," demikian bunyi surat tersebut.
Beberapa laporan menyebutkan, tragedi seperti ini bukan yang pertama. Sebelumnya sudah ada ratusan orang yang kehilangan nyawa saat mengungsi dari daerah konflik tersebut.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Satu Keluarga Tewas Kelaparan di Gurun, Sempat Tulis Kata-kata Terakhir”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mobil-putih-yang-dikendarai-sekelompok-pengungsi-asal-sudan-ditemukan-di-tengah-gurun.jpg)