Berita Aceh Singkil
Bupati Dulmusrid dan Pemred Serambi Indonesia Eksplore Ekowisata Hutan Mangrove, Begini Suasananya
Perahu kayu berpenggerak mesin speedboat menjadi tumpangan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid bersama Pemred Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Saifullah
Pengunjung serasa mengapung di atas air tenang yang disesaki pohon mangrove. Bagi pencinta mancing, bisa melempar mata kail merasakan sambaran ikan nawi (black bass).
Baca juga: Camat Jeumpa Minta Pemkab Perbaiki Jalan Sarah Sirong Jaya Hingga Alue Limeng, Abrasi juga Ditangani
Baca juga: Pemkab Aceh Utara Tunggu Formasi Kemenpan Terkait Penerimaan CPNS Tahun 2021, Begini Penjelasannya
Baca juga: Satpol-PP Pidie Amankan Peminta Sumbangan di Bundaran Simpang MTQ Sigli
Lanjut perjalanan menuju akhir petualang tersedia lokasi selfie ria. Ada landmark hutan mangrove serta kupu-kupu sebagai latar belakang berfoto.
Matahari tertutup daun mangrove. Namun perjalanan tetap memancing peluh membasahi wajah.
Namun itu semua terbayar ketika kembali di pondok dermaga, bokom menjadi menu penghilang lelah.
Bokom adalah sebutan bagi warga lokal untuk mi instan yang dimasak dengan cara direndam air panas campur bawang merah mentah, cabai rawit, serta perasan air jeruk.
Puas santap bokom, kembali naik perahu menuju pintu gerbang pulang. Petulangan belum berakhir, kendati perahu telah membawa kembali ke dermaga apung tempat memulai perjalanan.
Baca juga: BPBD Klaim Sudah Kendalikan Kebakaran Lahan di Aceh Barat, Ini Luas Areal yang Terbakar
Baca juga: Diduga Lecehkan Bocah Perempuan dan Sebar Foto Korban ke Medsos, Pria Pedofil Ini Ditangkap Polisi
Baca juga: VIDEO Api dari Sampah Diduga Penyebab Terbakar Gedung Arsip BPKK Abdya
Pengunjung mendapat bonus pemandangan Pantai Cemara Indah Gosong Telaga, yang lokasinya berdampingan dengan hutan mangrove.
Menuju ekowisata hutan mangrove Bina Cita Kreasi bisa digapai dari Jalan Singkil-Singkil Utara, masuk ke objek wisata Pantai Cemara Indah Gosong Telaga.
Sekitar 20 meter dari pintu gerbang, kemudian belok ke kanan hingga menemukan pintu gerbang.
Setelah itu, dengan membayar tiket Rp 10 ribu, pengunjung mendapat fasiltas naik perahu pulang pergi serta berpetualang sepuasnya di hutan mangrove.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/eksplore-ekowisata-hutan-mangrove.jpg)