Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Salut! 209 KPM Penerima KPH Mengundurkan Diri Saat Pandemi, Begini Penjelasan Kadinsos

Ke-209 penerima manfaat PKH tahun 2021 itu pun dipastikan masuk graduasi (penerima manfaat yang sudah lepas dari PKH).

For Serambinews.com
Kadis Sosial Lhokseumawe, Ridwan Djalil. 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE - Di tengah sulitnya perekonomian karena dampak pandemi Covid-19, namun 209 keluarga penerima manfaat (KPM) justru memilih mengundurkan diri dari Program Keluarga Harapan (PKH).

Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe mengapresiasi sikap para penerima manfaat yang telah secara jujur melaporkan dan mengundurkan diri dari PKH.

Ke-209 penerima manfaat PKH tahun 2021 itu pun dipastikan masuk graduasi (penerima manfaat yang sudah lepas dari PKH).

Mereka dinyatakan graduasi, baik dikarenakan masuk dalam kategori mandiri atau pun katgori mampu.

“Ada yang keluar karena sudah mandiri dan ada juga keluar secara sistem karena sudah tidak ada kategori (Graduasi Alami),” jelas Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Lhokseumawe, Ridwan Djalil, melalui Koordinator PKH Kota Lhokseumawe, Azwar Zakaria kepada Serambinews.com, Senin (22/2/2021).

Baca juga: Edhy Prabowo Siap Dihukum Mati Dalam Kasus Korupsi dan Mengaku Tidak akan Lari

Baca juga: Motor BMW GS-Series Edisi Ultah ke-40 Segera Masuk Indonesia

Baca juga: Dulmusrid Berharap Investasi UEA Kembali ke Pangkuan Aceh Singkil

Kategori mandiri dan mampu artinya, mengundurkan diri dengan penuh kesadaran dan menandatangani bersedia mengundurkan diri dan keluar dari Kepesertaan PKH.

Kadinsos menerangkan, graduasi alami adalah tidak menjadi peserta atau KPM PKH lagi karena tidak ada elemen lagi atau nonkategori (ibu hamil, balita, pra-sekolah, dan anak sekolah), sehingga mereka keluar secara sistem pada aplikasi.

Menurut data yang diperoleh Serambinews.com menyebutkan, pada tahun 2020, jumlah penerima manfaat PKH di Lhokseumawe mencapai 5.685.

 Namun untuk tahun 2021 ini, jumlahnya berkurang menjadi 5.476 KPM. Berkurangnya penerima manfaat PKH pada tahun  ini, didasari hasil pemutakhiran data.

"Jadi mereka yang sudah tamat sekolah atau tidak sekolah lagi, ini otomastis graduasi, karena di sini yang masuk dalam kategori yaitu penerima masih sekolah yaitu mulai dari SD, SMP, dan SMA," jelas Azwar Zakaria.

Baca juga: Suplai Vaksin Sinovac untuk Nagan Raya Capai 3.328 Dosis, Ini Jumlah yang Sudah Digunakan

Baca juga: Bosan Tempati Rumah, Pasangan Muda Inggris Ini, Jadikan Bus Bertingkat Sebagai Apartemen Berjalan

Baca juga: Dinas PUPR Manfaatkan Leger Bekas Jembatan Perbaiki Titi Bundar

Sedangkan untuk kesiapan penyaluran PKH tahun 2021, beber Azwar, pihaknya dibantu petugas PKH kecamatan sudah mulai menempel striker di rumah-rumah penerima pada tahun 2020 lalu.

"Kemudian untuk yang graduasi 209 KPM, stiker sudah dicabut pada saat disampaikan sudah tidak menjadi KPM PKH oleh pendamping PKH,” tukasnya.

Di sisi lain, tambahnya, untuk tahun ini ada perluasan atau penambahan CKPM (calon keluarga penerima manfaat PKH sebanyak 2.078. 

Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe juga berharap agar Kementerian Sosial dapat menambah jumlah kuota baru penerima PKH yaitu berkisar 6.000 lebih kepala keluarga miskin baru, akibat pademi Covid-19.(*)

Penulis: Zaki Mubarak
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved