Breaking News:

Salam

Awas, Lupa SPT Bisa Dijerat Pidana

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengancam memberi sanksi termasuk pidana kepada setiap warga negara

Editor: bakri
DOK KPP PRATAMA BANDA ACEH
Tim KPP Pratama Banda Aceh bersama abang becak melakukan kampanye Lapor SPT di Banda Aceh, Jumat (19/2/2021). 

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengancam  memberi sanksi termasuk pidana  kepada setiap warga negara yang tidak melaporkan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak. Batas akhir pelaporan SPT Tahunan bagi WP OP atau karyawan adalah hingga 31 Maret 2021. Sedangkan tenggat akhir pelaporan SPT WP badan jatuh pada 30 April 2021.

Ancaman sanksinya beragam, dari sanksi ringan hingga sanksi berat berupa hukuman pidana atau penjara. ”Sanksi pidana apabila alpa atau sengaja tidak melaporkan SPT atau melaporkan SPT tetapi isinya tidak benar atau tidak lengkap," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Neilmaldrin Noor.

Jika Wajib Pajak (WP) terlambat melaporkan SPT, maka akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp 100 ribu sampai Rp1 juta. Biaya denda telat lapor SPT sebesar Rp100 ribu berlaku bagi wajib pajak pribadi. Sedangkan  denda Rp1 juta untuk wajib pajak badan.

Biaya denda itu masih bisa bertambah bila wajib pajak yang seharusnya membayar denda terlambat menyetor uang denda. Penambahan biaya denda mengikuti tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI).

Dalam catatan banyak pengamat perpajakan di tanah air, dalam beberapa tahun terakhir khususnya tahun 2020, ternyata yang paling banyak bermasalah adalah SPT orang pribadi. Dan, itu lebih disebabkan kurangnya pengetahuan para wajib pajak.

“Agar dapat melaporkan SPT tahunan secara lancar harus lebih dulu mengetahui bagaimana konsep pajak, definisi penghasilan, penghasilan yang tidak dikenakan pajak dan unsur lainnya. Jika sudah mengetahui, bukan hal yang sulit untuk menghitung dan melaporkan pajak,” kata seorang ahli pajak dalam satu seminar.

Founder Cerita Pajak, Neni Irawati, juga mengatakan masyarakat kurang memahami tentang perpajakan. Dan, komunitas pajak yang didirikannya justru karena keprihatinan atas minimnya pengetahuan pajak dan persepsi masyarakat atas pajak. Untuk itu, komunitas dimaksud didirikan guna mengajarkan pajak secara lebih bersahabat utamanya kepada para milenial.

Pemerintah sendiri kelihatan betul sangat menyadari hal itu. Ini terlihat, setiap awal tahun, petugas pajak sibuk dengan berbagai kegiatan untuk meningkatkan tingkat kepatuhan penyampaian SPT. Kegiatan yang dilakukan antara lain imbauan agar wajib pajak segera mengisi SPT sebelum jatuh tempo melalui berbagai media, kampanye simpatik dan sosialisasi penyampaian SPT, penempatan drop box SPT di perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan, sampai seremonial penyampaian SPT oleh kepala negara dan para pejabat tinggi pemerintah. 

Selain  itu, Ditjen Pajak melakukan berbagai cara antara lain dengan menciptakan kemudahan cara dalam penyampaian SPT. Selain datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat serta melalui drop box, SPT juga bisa disampailam melalui aplikasi e-SPT atau e-filing.

Selain untuk kemudahan, penerapan e-SPT atau e-filing juga dilihat sangat sejalan dengan semangat e-Government untuk pencapaian efisiensi kerja pemerintah dalam waktu singkat, dan pembentukan mekanisme pemerintahan yang bersih dan transparan. E-SPT merupakan salah satu bagian dari proses modernisasi administrasi perpajakan agar Wajib Pajak memperoleh kemudahan dalam memenuhi kewajibannya.

Sebelumnya, pemerintah selalu mendapat sorotan dari masyarakat karena mekanisme pelaporan pajak yang dinilai sangat merepotkan bahkan memberatkan para wajib pajak. Ke depannya tentu prosedur palaporan SPT diharapkan lebih simpel serta diiringi dengan reward kepada para wajib pajak yang paling patuh. 

Sebab, jika tadi pemerintah mengingatkan tentang adanya punishment bagi yang telat atau tidak menyampaikan SPT tepat waktu, seharusnya pemerintah juga memberi reward kepada para wajib pajak yang patuh.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved