Kamis, 23 April 2026

Berita Banda Aceh

22 Ha Tanaman Padi di Aceh Besar Puso, Begini Cara Manfaatkan Subsidi Asuransi, Diganti Rp 6 Juta/Ha

Zulfadli menyebut tanaman padi yang kekeringan di Aceh Besar tersebar di empat kecamatan.

Penulis: Herianto | Editor: Mursal Ismail
ANTARA/AMPELSA
Petani menunjukan tanaman padi berumur sekitar dua bulan yang mati akibat kekeringan di Desa Glee Jay, Aceh Besar, Selasa (2/3/2021). 

Misalnya jenis Inpari, Ciherang, Galur, dan mikonga.

"Tapi karena kekeringan sangat parah, ada juga tanaman padi yang sudah puso atau gagal panen, seperti yang terjadi di areal persawahan Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar," sebut Zulfadli.

Baca juga: Bareskrim Polri Hentikan Penyidikan Kasus 6 Laskar FPI, Terbitkan Laporan Polisi Unlawful Killing

Asisten II Setda Aceh, HT Ahmad Dadek didampingi pejabat Kadistanbun dan Diperindag Aceh serta penyuluh pertanian, meninjau lokasi areal tanaman padi petani yang sudah puso atau mati kekeringan di Gampong Bueng Simek, Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Senin (27/1).
Asisten II Setda Aceh, HT Ahmad Dadek didampingi pejabat Kadistanbun dan Diperindag Aceh serta penyuluh pertanian, meninjau lokasi areal tanaman padi petani yang sudah puso atau mati kekeringan di Gampong Bueng Simek, Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Senin (27/1). (SERAMBI/HERIANTO)

Asuransi usaha tani padi

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRA, Irpanusir, SAg, mengatakan belajar dari pengalaman tahun 2019 dan tahun 2021 ini, untuk sawah tadah hujan yang sering kekeringan, bahkan puso. 

Oleh karena itu, petani diharapkan agar memanfaatkan program asuransi usaha tani padi.

"Program itu perlu digalakkan kembali oleh kelompok tani kecamatan.

Ketika terjadi bencana kekeringan, petani tidak dirugikan, biaya olah sawah, bibit dan pembelian pupuknya, akan diganti melalui pembayaran klaim asuransi tani," kata Irpanusir.

Inpanusir melanjutkan, petani yang masuk asuransi usaha tani padi, ketika tanaman padinya tidak bisa dipanen atau puso, pihak asuransi PT Jasindo, akan membayarnya dalam bentuk uang.

Untuk satu hektare tanaman padi yang puso, maka akan diganti  Rp 6 juta.

Sedangkan pembayaran premi asuransinya pada awal tanam padi hanya berkisar Rp 36 ribu per hektare (20 persen).

Sedangkan 80 persen lagi atau Rp 180 ribu per hektare ditanggung atau disubsidi pemerintah pusat. 

Baca juga: Anggota DPD RI Kaget Temukan Satu Sekolah Hanya Dua Guru yang Masuk: Ini Namanya Menzalimi Murid

Cara masuk asuransi usaha tani padi

Dikonfirmasi Serambinews.com, Kabid Penyuluhan Distanbun Aceh, Ir Mukhlis, menyebutkan tahun 2021 ini, Pemerintah Aceh melalui Distanbun Aceh, mengalokasikan asuransi usaha tani padi untuk 5.000 hektare sawah. 

Subsidi yang ditanggung Pemerintah Aceh 20 persen. Sedangkan sisanya ditanggung pemerintah pusat melalui APBN. 

Namun, hingga kini yang baru terpakai 1.000 hektare untuk tanaman padi di Kabupaten Pidie. 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved