Breaking News:

Filipina

Presiden Filipina Rodrigo Duterte Kembali Jadi Sorotan, Perintahkan Tembak Mati Pemberontak Komunis

Instruksi terbaru Duterte ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya gelombang baru pertumpahan darah di negara itu.

Editor: Zaenal
NOEL CELIS / POOL / AFP
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. 

9 Tewas 6 Ditahan

Dua hari setelah Presiden Rodrigo Duterte memerintahkan polisi dan tentara untuk "membunuh" dan "menghabisi" pemberontak komunis, pasukan Polisi Nasional Filipina (PNP) dan Angkatan Bersenjata Filipina (AFP) melancarkan tindakan keras mematikan di Calabarzon.

Sedikitnya 9 orang tewas dan 6 orang ditahan dalam "operasi melawan komunis", pada hari Minggu, 7 Maret 2021.

Mengutip laporan pers Filipina, Kantor Berita Turki, Anadolu Agency, Senin (8/3/2021), memberitakan, operasi penahanan dilakukan terhadap terduga anggota kelompok komunis di negara bagian Rizal, Batangas, dan Cavite, Minggu (7/3/2021).

Kepada pers, Letkol Chitadel Gaoiran mengumumkan 9 orang tewas akibat bentrokan yang meletus dalam operasi tersebut.

Dengan perincian, 6 orang tewas di Rizal, 2 di Batangas dan 1 di negara bagian Cavite.

Sebanyak 6 orang lainnya ditahan.

Letkol Gaoiran juga melaporkan bahwa bahan peledak dan senjata disita di rumah-rumah tempat penggerebekan dilakukan.

Dalam wawancara telepon dengan Rappler.com, kepala polisi Calabarzon Brigjen Felipe Natividad mengatakan operasi tersebut dilakukan berdasarkan Perintah Eksekutif No. 70, yang memerintahkan mengakhiri pemberontakan komunis di Filipina.

Perintah eksekutif tersebut menekankan perlunya “penyampaian layanan dasar dan paket pembangunan sosial di daerah yang terkena dampak konflik dan rentan”.

Tetapi pemerintah Duterte telah bertekad menggunakan polisi dan militer untuk menyerang pemberontak komunis, termasuk kegiatan para aktivis.

Tindakan keras pada hari Minggu itu terjadi hanya dua hari setelah pidato keras Presiden Duterte.

Dalam pidatonya pada 5 Maret, Duterte menyatakan bahwa dia tidak akan mengizinkan komunis yang ingin menggulingkan pemerintah.

"Saya telah memberi tahu militer dan polisi, bahwa jika mereka menemukan diri mereka dalam pertempuran bersenjata dengan pemberontak komunis, bunuh mereka, pastikan Anda benar-benar membunuh mereka, dan menghabisi mereka jika mereka masih hidup,” tegas Duterte seperti dikutip Rappler.com.

Baca juga: Kronologi Polisi Tembak Mati Ibu dan Anak, Presiden Rodrigo Duterte: Pelaku Harus Dihukum Setimpal

Baca juga: Duterte Sebut Ulah China di Laut China Selatan Tingkatkan Rasa Tidak Aman di Asia Tenggara

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved