Breaking News:

Filipina

Presiden Filipina Rodrigo Duterte Kembali Jadi Sorotan, Perintahkan Tembak Mati Pemberontak Komunis

Instruksi terbaru Duterte ini menimbulkan kekhawatiran akan adanya gelombang baru pertumpahan darah di negara itu.

Editor: Zaenal
NOEL CELIS / POOL / AFP
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte. 

Duterte pun kemudian memerintahkan tembak mati jika pasukan negara bentrok dengan pemberontak, "bunuh mereka, bunuh mereka."

"Hancurkan mereka," kata Duterte dalam pidatonya di NTF-Eclac.

"Jika mereka memegang senjata, bunuh mereka," katanya.

"Kembalikan tubuh mereka ke keluarga mereka," tambahnya.

Duterte meminta polisi dan militer untuk mengabaikan hak asasi manusia.

"Itu perintah saya, saya akan masuk penjara. Tidak ada masalah dengan itu. Saya tidak ragu melakukan hal-hal yang harus saya lakukan,” kata Duterte.

Berbicara kepada para pemberontak, Presiden mengatakan mereka harus berhenti berpura-pura memiliki pemerintahan sendiri di daerah tempat mereka beroperasi.

“Mengapa Anda membuat kami percaya bahwa Anda adalah pemerintah? Dimana rumah sakit anda Dimana ambulans Anda? Dimana bendahara kamu?,” kata Duterte.

Dia juga meremehkan kapasitas gerakan komunis untuk merebut kekuasaan politik.

“Bagaimana Anda bisa menggulingkan pemerintah? Aku tidak akan mengizinkanmu menggulingkan pemerintah. "

Duterte mendesak pejuang komunis untuk meletakkan senjata mereka dan bergabung kembali dengan masyarakat arus utama, memikat mereka dengan tawaran pekerjaan, rumah, dan kesempatan untuk pendidikan dan pelatihan keterampilan.

“Aku bisa memberimu rumah saat kamu menyerah. Rumahnya sudah siap, selalu ada ruang buat kalian berlindung, ”ujarnya.

"Kami menyambut Anda," tambahnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved