Breaking News:

Salam

Ambulans Laut Harus Sepaket dengan Subsidi Operasionalnya

Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina, menyatakan prihatin melihat kondisi ibu usai melahirkan di Pulo Aceh

Editor: bakri
For Serambinews.com
Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina SPd. 

Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar, Eka Rizkina, menyatakan prihatin melihat kondisi ibu usai melahirkan di Pulo Aceh, dirujuk pakai boat nelayan ke RSUZA Banda Aceh. Sebab, penggunaan boat nelayan untuk merujuk pasien yang baru melahirkan, sangat berisiko bagi sang pasien. “Apalagi pasien kuret. Makanya, saya berharap Pemerintah Aceh Besar mempercepat pengadaan ambulans laut untuk kebutuhan penanganan masyarakat Pulo Aceh, khususnya bagi pasien darurat."

Menurutnya, tahun lalu sudah dibahas anggaran untuk pengadaan ambulans laut bagi masyarakat Pulo Aceh. Namun, belakangan terjadi refocusing sehingga batal karena banyak anggaran yang dipangkas untuk penanganan Covid‑19.

Tahun ini, Eka Rizkina mengingatkan Pemkab Aceh Besar supaya merealisir pengadaan ambulans laut. "Jangan menunggu sampai ada jatuh korban jiwa.”

Awal pekan ini, Darmayanti (35), warga Pulo Aceh, usai melahirkan secara normal di Pustu Desa Serapong kecamatan setempat, harus dirujuk ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh menggunakan boat. Wanita yang baru melahirkan anak ketiga ini terpaksa dilarikan ke RSUZA lantaran masuk kategori pasien kuret karena plasentanya tidak keluar.

Kuret alias kuretase adalah prosedur yang dilakukan dokter untuk mengangkat jaringan dari dalam rahim seorang ibu. Saat dirujuk ke RSUZA, Darmayanti dipasang infus dan didampingi tenaga medis, sejak di dalam boat hingga sampai ke Banda Aceh.

Karena itulah banyak pihak yang prihatin, dan salah satunya adalah wakil rakyat tadi yang mendesak supaya Pemkab Aceh Besar segera mengadakan ambulans laut bagi masyarakat Pulo Aceh.

Kita sangat memahami bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat kecamatan kepulauan itu memang sangat banyak kendalanya. Oleh sebab itu, pemerintah harus memiliki terobosan-terobosan yang efektif sebagai solusi bagai hadirnya layanan mendasar bagi masyarakat yang berdomisili di Pulo Aceh.

Intinya, pelayanan kesehatan di gugus pulau ini harus memiliki terobosan dan strategi tersendiri untuk mencegah kejadian-kejadian fatal bagi pasien gawat darurat.

Skali lagi, bukan persoalan yang mudah meningkatkan pelayanan kesehatan dan layanan dasar lainnya bagi kecamatan berpenduduk sekitar 1.600 jiwa yang mendiami lima desa itu. Adanya rencana pengadaan ambulans laut bagi masyarakat Pulo Aceh tentu salah satu terobosan yang masuk akal. Sebab, sejauh ini –mungkin– Pemkab Aceh Besar hanya melihat itu sebagai pilihan yang tepat untuk mengantisipasi rujukan pasien gawat darurat dari Pulo Aceh ke rumah-rumah sakit di Kota Banda Aceh.

Pengadaan ambulans laut, tentu bukan sesuatu yang murah. Sesederhana apapun spesifikasinya, ia harus memiliki fasilitas kebutuhan pasien yang dalam kondisi darurat.

Banyak daerah kepulauan di Indonesia yang sudah dan sedang mengadakan ambulans laut bagi masyarakat. Kemudiannya, banyak juga yang melihat keberadaan ambulans laut itu sebagai sesuatu yang mubazir, karena sangat jarang dipakai. Kita tidak setuju jika dikatakan mubazir, sebab untuk pelayanan dasar masyarakat, keberadaan ambulans laut itu jangan dilihat dari segi ekonomi.

Yang menjadi masalah adalah -- sama seperti ambulans darat– mengenai biaya operasional ambulans itu yang sangat tinggi dan tak mampu disediakan masyarakat.

Untuk menggerakkan ambulans laut dari Pulo Aceh ke Ulee Lheue, Banda Aceh, mungkin minimal harus tersedia 50 liter BBM, yang biasanya dipakai adalah premium atau pertalite. Di kepulauan harga BBM jenis itu lebih Rp 10.000 perliter. Dan, sama seperti di darat, BBM ambulans dan biaya sopir selalu dibebankan ke keluarga pasien.

Makanya, kita harus katakan bahwa biaya operasional ambulans laut itu mahal. Dan, jika Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mengadakan ambulans laut untuk Pulo Aceh, jangan lupa pula mensubsidi biaya operasional, untuk BBM dan drivernya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved