Breaking News:

Opini

Moralitas Demokrasi Indonesia

Akhir-akhir ini kita dipertontonkan tentang bagaimana konflik di tubuh partai yang pernah berkuasa di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI

Moralitas Demokrasi Indonesia
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. Saifullah Isri, MA,  Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Oleh Dr. Saifullah Isri, MA,  Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Menyimak situasi dan atmosfir perpolitikan di Indonesia akhir-akhir ini sungguh sangat memprihatinkan. Nilai-nilai demokrasi sudah mulai tercabik-cabik bahkan mengabaikan asas norma dan etika. Sungguh ironi apabila kita mencerdasi konteks ini dari perspektif moral.

Akhir-akhir ini kita dipertontonkan tentang bagaimana konflik di tubuh partai yang pernah berkuasa di Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden RI yang ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini di pimpim oleh anaknya Agus Harimuti Yudhoyono atau lebih akrab dengan sebutan AHY.

Hari Jumat, tanggal 5 Maret 2021 terjadi Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang Sumatera, Utara, yang menyebabkan terpecahnya kepengurusan partai Demokrat yang dipelopori oleh kader-kader senior sebelumnya, sehingga dalam KLB tersebut muncul dan diputuskan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai ketua umum dan menganulir atau mendemisioner AHY sebagai Ketua Umum yang legal saat ini yang diakui oleh pemerintah dan terdaftar di Kemenkumham.

KLB ini tidak jelas sah atau tidaknya, ada yang mengatakan bodong, abal-abal, yang jelas menurut keterangan AHY dalam menganggapi KLB Deli Serdang tersebut merupakan ilegal dan inkonstitusional yang tidak memiliki dasar hukum yang sah.

Mencermati kisruh Partai Demokrat yang mengalami dualisme kepemimpinan bukan merupakan hal yang pertama dalam kancah politik Indonesia.

Jauh sebelumnya juga pernah terjadi dan berujung perpecahan dan menggugat ke pengadilan, di antaranya ada Partai Golkar yakni pasca-Munas 2004 dari rahim Golkar lahir 2 Partai Politik, yaitu Gerindra di bawah komando Prabowo Subianto dan Hanura di bawah kepemimpinan Wiranto, kemudian pasca-Munas 2009 terbentuk organinasi Nasional Demokrat yang akhirnya menjelma menjadi partai politik Nasdem di bawah kepemimpinan Surya Paloh.

Pada 2014 Golkar kembali dihadang badai besar dengan melahirkan dua kubu, yaitu kubu Abu Rizal Bakri yang terpilih di Munas Bali dan Agung Laksono yang terpilih di Munas Jakarta. Semua mengklaim bahwa benar dan merasa berkuasa atas kepemimpinannya.

Ada juga Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang dirudung konflik pada tahun 2014 yakni antara Djan Farid Muktamar Jakarta dan Romahurmuzy yang terpilih pada muktamar Surabaya.

Kemudian ada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), konflik sengin antara KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) dengan keponakannya Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang akhirnya Cak Imin menguasai PKB.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved