Breaking News:

Berita Internasional

Makin Aneh Saja! Ilmuwan Berencana Kirim 6,7 Juta Sampel Sperma ke Bulan, Ancang-ancang Jika Kiamat

Peneliti dari Universitas Arizona menggambarkan ide gila mereka sebagai "polis asuransi global modern" jika kehidupan di Bumi musnah.

Editor: Ibrahim Aji
AFP/RODRIGO ARANGUA
Bulan purnama terlihat saat gerhana bulan penumbral di Mexico City pada 5 Juni 2020. 

Peneliti dari Universitas Arizona menggambarkan ide gila mereka sebagai "polis asuransi global modern" jika kehidupan di Bumi musnah.

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Meski Hari Kiamat itu sebuah kepastian, namun tidak ada satu manusia pun yang mengetahui kapan hari penghabisan itu terjadi.

Kiamat digambar sebagai kehancuran alam semesta.

Meski begitu, masih banyak ilmuwan di dunia yang menganggap perlu berjaga-jaga dalam menghadapi kiamat.

Seperti yang mereka baru-baru ini lakukan.

Dilansir dari dailystar.co.uk pada Minggu (14/3/2021), ilmuwan memperkirakan mereka harus mengirim 6,7 juta sperma dan sampel telur ke Bulan dalam rencana Hari Kiamat.

Baca juga: Tradisi Aneh Pernikahan di Dunia, Mulai dari Payudara Diludahi Ayah Sampai Menikahi Pohon Pisang

Baca juga: Aduh! Kasus Covid-19 Aceh Sudah Capai 9.687 Orang, Hari Ini Bertambah 14 Orang Positif Corona

Peneliti dari Universitas Arizona menggambarkan ide gila mereka sebagai "polis asuransi global modern" jika kehidupan di Bumi musnah.

Rencananya sperma dan sampel telur akan dibawa dalam keadaan beku karena akan menempuh arak 239.000 mil.

Lalu nanti akan disimpan disimpan di lemari besi "lubang bulan" di bawah permukaan satelit, menurut laporan.

Apa tujuannya?

Ternyata itu dapat membantu kita mengisi kembali planet kita setelah bencana dahsyat seperti epidemi mematikan, letusan gunung berapi super, perang nuklir skala besar, kekeringan yang meluas, atau asteroid.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Terkait Kasus Wanita Paruh Baya Meninggal Tersetrum

Baca juga: Ibu Mendekam di Penjara Bersama Bayinya Dapat Asimilasi, Diawasi Bapas, Begini Penjelasan Kalapas

Ini akan bekerja sama seperti gudang benih "Doomsday" yang menampung lebih dari satu juta sampel tanaman dari hampir setiap negara di dunia di Svalbard, Norwegia, lapor New York Times.

Penulis studi Jekan Thangavelautham mengatakan fasilitas itu bisa diisi dengan sampel dalam 250 penerbangan ke bulan.

Itu sekitar enam kali lipat dari 40 kali yang dibutuhkan untuk membangun Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved