Berita Aceh Barat
Pelayanan Cuci Darah di RSUD Cut Nyak Dhien Masih Terhenti
Pihak rumah sakit mengatakan, pelayanan cuci darah diperkirakan akan normal kembali sekitar dua atau tiga hari ke depan.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Pelayanan Cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat hingga, Senin (22/3/2021) masih terhenti.
Sementara pihak rumah sakit setempat menyebutkan, menyangkut dengan pelayanan Cuci Darah diperkirakan akan normal kembali sekitar dua atau tiga hari kedepan.
“Pelayanan akan kembali efektif dalam 2 hingga 3 hari ini,” jelas Humas RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Susi Maulhusna kepada Serambinews.com, Senin (22/3/2021).
Disebutkan, hal tersebut lantaran pihak rumah sakit saat ini sedang menunggu barang habis pakai (BHP) sudah dalam pengiriman.
“Kita sedang menunggu BHP sampai," jelas Susi Maulhusna.
Hal tersebut diungkapkan oleh Humas RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, menanggapi terkait pelayanan cuci darah yang terhenti saat ini.
Baca juga: Brimob Polda Aceh Kompi 3 Batalyon C Pelopor di Nagan Raya Ikut Vaksinasi Covid-19
Baca juga: Mulai Hari Ini, 1 KTP Bisa Tukar Maksimal 100 Lembar UPK 75 Tahun RI Per Hari
Baca juga: Kasus Suap Bansos, Eks Mensos Juliari Akui Beri Uang 50 Ribu Dolar Singapura Ke Ketua DPC PDIP
Sementara berita sebelumnya, bahwa Pasien cuci darah di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh mengeluh akibat pelayan cuci darah terhenti sejak sejak satu pekan belakangan ini hingga, Rabu (17/3/2021).
Para pasien yang mengeluhkan kondisi tersebut terpaksa harus lari ke Banda Aceh guna menyelamatkan nyawa masing-masin, sebab cuci darah sudah menjadi kewajiban dilakukan karena ginjal tidak bisa bekerja lagi.
Para pasien melakukan cuci darah dua kali setiap bulan yang dilakukan secara rutin, sebagai kebutuhan untuk mempertahankan hidup.
Sementara pihak rumah sakit menyebutkan, bahwa terhentinya selama dua hari ini karena pihak rumah sakit sedang menunggu pengiriman Bahan Habis Pakai (BHP).
“Saya terpaksa harus lari ke Banda Aceh untuk melakukan cuci darah, selama ini cuci darah saya lakukan di RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh tapi dalam minggu ini terhenti dengan alasan karena tidak ada cairan mesin cuci darah,” jelas salah satu pasien cuci darah ZL (50) kepada Serambinews.com, Rabu (17/3/2021).
Baca juga: Tujuh Anak Mualaf di Aceh Tamiang Terancam Batal Dapatkan Beasiswa Baitul Mal, Ini Penyebabnya
Baca juga: 41 Siswa Tahfizh Alquran SDIT Cut Nyak Dhien di Nagan Raya Diwisuda
Baca juga: 17 Kabupaten di Aceh Zona Kuning Covid-19, Ini Rinciannya
Disebutkan, pihaknya sangat menyayangkan dengan tersendatnya pelayanan di rumah sakit tersebut, seharusnya dalam kondisi apapun masalah tersebut hendaknya jangan terhenti karena masyarakat Aceh Barat membutuhkan pelayanan tersebut.
Ia menambahkan, dengan kondisi tersebut membuat warga kurang mampu semakin mengeluh karena keperluan untuk cuci darah harus ke Banda Aceh, sebab di rumah sakit tersebut sedang terhenti, sedangkan kebutuhan tersebut tentu tidak bisa ditunda lama.
“Kami berharap kepada pemerintah soal pelayanan cuci darah jangan terhenti lagi kedepan kasihan warga miskin, saat kami tanya ke petugas, katanya saat ini stok cairan mesin Hemodialisa (HD) di Meulaboh habis, sehingga tidak tahu kapan datangnya maka kami lari ke Banda Aceh dulu,” sebutnya.
Baca juga: BKSDA Aceh Amankan Seekor Siamang yang Diserahkah Secara Sukarela di Lhokseumawe, Begini Kondisinya
Baca juga: YARA Minta DLH Laporkan Pencemaran Krueng Woyla
Baca juga: SMAN 1 Seunagan Nagan Raya Belajar Tanaman Herbal di Kampus UTU
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/susi-maulhusna.jpg)