Madrasah Hebat Bermartabat?

Ada slogan menarik terciptakan untuk madrasah, yaitu "madrasah hebat bermartabat"

Editor: bakri
IST
Syamsul Bahri, MA,  Guru MAN 2 Banda Aceh, Peneliti di LSAMA Aceh 

Buku harus disanding kemanapun mereka pergi, dan memiliki "dinding-dinding ilmu" yang tersebar diberbagai sudut. Untuk aplikasi tujuan ini pihak madrasah harus mengeluarkan dana.

Madrasah harus mengedepankan prinsip kesederhanaan namun memiliki semua perangkat kebutuhan dalam pembelajaran di kelas. Kompetisi bukan tidak perlu diujikan, namun setiap kompetisi harus mencerminkan ketercapaian kognisi dan orientasi siswa dalam meraih cita-cita mereka. Tes bakat minat menjadi keharusan, di samping guru BK harus membuat tes potensi kecerdasan dan minat perguruan tinggi yang akan dipilih nantinya.

Perguruan tinggi dan jurusan yang diminati harus menjadi visi mereka saat di madrasah. Hal ini membuat mereka terus mencari tahu dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menjadi hebat ke depan. Karena tidak pernah ada orang hebat di dunia ini jika tidak dilakukan hal-hal hebat semasa hidupanya, yang dimulai dari percobaan, pengalaman, dan tindakan nyata. Hebatnya madrasah akan membentuk martabat, dan sebaliknya. Budaya Aceh kental dengan agama/ syariat. Adat istiadat menjadi serapan dalam praktik keagamaan orang Aceh. Karena itu, budaya madrasah bersifat agami/ islami.

Corak budaya islami tidak saja dipandang siswa memakai sarung dan peci, ataupun memakai cardar, itu hanyalah pernak-pernik pakaian. Budaya islami nampak dari akhlak yang baik, seperti tutur kata dan sapa yang lembut, saling memberi penghormatan dan penghargaan, saling menyayangi, toleran, peduli, damai, dan ada keteladanan yang diberikan.

Budaya islami menentukan martabatnya madrasah. Aktifnya shalat berjamaah juga menjadi satu indikator, kemudian keindahan, kebersihan, dan adanya prosesi kegiatan-kegiatan keislaman di madrasah yang senantiasa berkelanjutan. Bermartabat adalah memiliki perangkat keyakinan pada orang lain.

Orang yang melihatnya mengakui dia bermartabat, sehingga pada akhirnya ia dipercayakan memberikan yang terbaik terhadap lingkungannya. Hari ini krisis keteladanan terjadi dimana-mana, kadang lembaga pendidikan sendiri masih sulit menerapkan keteladanan ini. Hal ini akan menjadi malapetaka bagi siswa.

Semua manusia perlu teladan dari orang lain, dan mereka akan menjiplak atau menirunya kelak. Karenanya, madrasah yang bermartabat adalah adanya pusat keteladanan bagi para siswanya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved