Breaking News:

Berita Banda Aceh

Ketua Komisi VI DPRA Minta Pemerintah Berdayakan Da’i, Imam, dan Khadam Masjid

Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah SAg meminta Pemerintah Aceh untuk memberdayakan para da’i, imam, dan khadam masjid yang ada di Aceh...

For Serambinews.com
Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah SAg menyampaikan materi pada kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Manajemen Masjid bagi BKM Se-Aceh Angkatan ke V di Grand Mahoni Hotel, Banda Aceh, Sabtu (27/3/2021). 

LAPORAN MASRIZAL | BANDA ACEH

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah SAg meminta Pemerintah Aceh untuk memberdayakan para da’i, imam, dan khadam masjid yang ada di Aceh.

Permintaan itu disampaikan saat ia menjadi pemateri dalam kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Manajemen Masjid bagi Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se Aceh Angkatan ke V di Grand Mahoni Hotel, Banda Aceh, Sabtu (27/3/2021).

“Pemerintah Aceh harus ambil bagian dalam rangka memakmurkan masjid. Bukan hanya dalam pembangunan infrastrukturnya saja tetapi juga harus mampu memberdayakan para da’i, imam dan khadam di masjid," katanya.

"Sehingga akan fokus bekerja dan tidak lemah dari sisi ekonomi karena mereka tulang punggung makmurnya sebuah masjid,” kata Tgk Irawan yang juga Wakil Ketua DMI Aceh.

Irawan menjelaskan sebuah masjid yang baik tata kelolanya apabila selalu ada imam dalam shalat 5 waktu, dai sebagai penceramah dan peran khadam dalam menjaga kebersihan masjid dan lingkungannya.

Aceh sebagai daerah yang mempunyai kekhususan dalam pelaksanaan Syariat Islam sudah sepatutnya di setiap masjid memiliki imam yang memiliki wawasan dan pengetahuan agama yang luas, serta melasjid yang indah dan bersih.

“Harus kita akui semua yang terpilih sebagai pejabat publik di Aceh, dalam kampanyenya adalah tentang syari'at Islam. Namun kenyataannya anggaran yang diplot untuk pelaksanaan syariat sangatlah terbatas. Dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah dan juga kita semua untuk mencari solusinya,” kata Tgk Irawan Abdullah.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPRA itu dalam paparan materinya juga menyampaikan, setiap masjid di Aceh haruslah memiliki data yang jelas terkait aset dan wakaf masjid. BKM memiliki tanggung jawab untuk mendatanya dan mengarsipkannya.

“Wakaf menjadi peran yang vital dalam upaya menjadikan masjid lebih mandiri. Sehingga para jamaah dan masyarakat umum lainnya semakin yakin untuk mewaqafkan hartanya untuk kepentingan masjid," pungkas Tgk Irawan Abdullah.(*)

Baca juga: 36 Personel Satpol PP dan WH ‘Geruduk’ Leupung & Lampuuk, Tegakkan Protkes dan Qanun Syariat Islam

Baca juga: 32 Tim Futsal se-Aceh Besar Berlaga Memperebutkan Piala Bergulir Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali

Baca juga: Terbukti Ikhtilath, Tim Algojo Cambuk Mahasiswa Kedokteran 54 Kali

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved