Breaking News:

Pelaku Pencabulan Ditangkap

Buronan Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur Diminta Menyerahkan Diri, Begini Penegasan Kapolres

"Kita meminta tersangka SB menyerahkan diri. Jika tidak, kita akan diambil tindakan tegas," tukas Kapolres.

Penulis: Zubir | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH, SIK, MH, didampingi Kasat Reskrim, Iptu Arief S Wibowo, SIK, merilis kasus pencabulan anak di bawah umur, Rabu (31/3/2021). Tersangka hanya 5 orang dihadirkan, karena 4 tersangka lainnya masih di bawah umur. 

Laporan Zubir | Langsa

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Tersangka SB, satu dari 10 tersangka kasus pencabulan-anak-di-bawah-umur' title=' pencabulan anak di bawah umur'> pencabulan anak di bawah umur yakni siswi kelas 2 SMA, kini masih diburu atau masuk DPO.

Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH, SIK, MH, mengatakan, tersangka SB saat ini masih diburu aparat Sat Reskrim. Ia diduga kabur ke luar daerah. 

"Kita meminta tersangka SB menyerahkan diri. Jika tidak, kita akan diambil tindakan tegas. Mungkin ia sudah tahu, tindakan tegas apa yang akan kita lakukan," ujar Kapolres.

AKBP Agung Kanigoro juga meminta keluarga tersangka SB untuk memfasilitasi agar salah satu dari 10 tersangka pencabulan-anak-di-bawah-umur' title=' pencabulan anak di bawah umur'> pencabulan anak di bawah umur itu menyerahkan diri. 

"Kita berharap keluarga memfasilitasi supaya tersangka SB menyerahkan diri. Bila tidak, petugas akan terus memburunya sampai dapat dan akan diambil tindak tegas," tukasnya.

Baca juga: BREAKING NEWS –  Sembilan Pelaku Pencabulan Anak di Bawah Umur Diringkus, 1 Buron

Baca juga: VIDEO Sepuluh Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur Diancam Hukuman 200 Bulan Penjara

Baca juga: Mengejutkan! Tersangka MRA Mengaku Membawa Korban Pencabulan untuk Bayar Utang kepada MS 

Sementara itu, pengakuan mengejutkan terucap dari mulut tersangka MRA, salah satu pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur.

MRA mengaku, ia memiliki utang kepada tersangka MS sebesar Rp 300 ribu, dan membawa korban untuk membayar utang. 

"Pelecehan seksual pencabulan-anak-di-bawah-umur' title=' pencabulan anak di bawah umur'> pencabulan anak di bawah umur ini terjadi dikarenakan tersangka MRA memiliki utang terhadap tersangka MS," jelas Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH, SIK, MH.

Kapolres Langsa menambahkan, tersangka MRA tidak sanggup membayar utang itu kepada MS.

Sehingga mereka sepakat sebagai gantinya MRA akan membawakan perempuan kepada tersangka MS. 

Baca juga: Terungkap Identitas dan Alamat Wanita Penyerang Mabes Polri, Anak Bungsu dari Tiga Bersaudara

Baca juga: Mendagri Muhammad Tito Karnavian Ajak Masyarakat tak Ragu Divaksin Covid-19

Baca juga: Lagi Terlelap Tidur di Kamar, Leher Saharuddin Ditebas Orang Gila, Begini Kronologis Kejadiannya

"Tersangka MRA meminta dia akan membawakan perempuan sebagai ganti utangnya kepada MS. Inilah awal tindak pidana pencabulan itu terjadi," sebut Kapolres. 

Sebelum dicabuli, korban kasus pencabulan berstatus siswi kelas 2 SMA dibawa salah seorang pelaku berinisial MRA ke sebuah rumah kosong di salah satu gampong di Kecamatan Langsa Kota.

"Tersangka MRA membawa korban ke sebuah rumah kosong, yang mana di rumah itu sudah ada tersangka MS dan tersangka BK," ujar Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro, SH, SIK, MH.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved