Breaking News:

Opini

Momentum Kebangkitan Pariwisata Aceh

Satu tahun sudah berlalu, pandemi Covid-19 belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berakhir

Momentum Kebangkitan Pariwisata Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
Rahmad, Alumnus Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan-IPB, Berasal dari Mane Tunong, Aceh Utara

Saat ini, sektor pariwisata rata-rata setiap tahun mampu memberikan kontribusi berkisar 5% kepada PDRB Aceh. Harapannya dengan pengelolaan yang semakin baik, pemasaran yang cerdas, sektor ini akan mampu berkontribusi besar dan tentunya berpeluang dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Di tengah segala keterbatasan akibat pandemi Covid-19 ini, membuat seluruh stakeholders industri pariwisata harus bergerak cepat dan terukur. Walaupun secara umum, aktivitas tempat wisata tidak terganggu secara langsung. Namun, kunjungan wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara mengalami penurunan drastis selama pandemi Covid-19 ini.

Hal ini sangat wajar, mengingat pangsa besar industri pariwisata, seperti Amerika Serikat, Cina, Jepang, negara-negara ASEAN dan Uni Eropa juga mengalami goncangan yang sangat dasyat akibat Covid-19 ini. Tidak hanya membatasi pergerakan dan aktivitas keluar masuk dan interaksi antarwarga (lockdown), mayoritas negara tersebut juga menerapkan kebijakan pembatasan berkunjung keluar negeri secara massif.

Dalam negeri pun tidak kalah bergejolak, penerapan kebijakan social distancing, physical distancing, dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menjadi hantaman tersendiri untuk beberapa sektor industri. Hal ini juga berdampak langsung kepada anjloknya denyut nadi sektor industri pariwisata.

Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, angka kunjungan wisatawan ke Aceh terus meningkat dan menunjukkan trend positif. Pada 2013, jumlah kunjungan hanya 1.118.178 wisatawan, meningkat menjadi 1.428.262 wisatawan (2014), 1.717.116 wisatawan (2015), 2.154.249 wisatawan (2016) dan mencapai 2.364.383 wisatawan pada 2017. Trend peningkatan kunjungan wisatawan mencapai 16,5-20% per tahun.

Kolaborasi dan Sinergi

United Nation World Tourism Organization (UNWTO) dalam arahannya menyebutkan, dibutuhkan kebijakan-kebijakan strategi yang luar biasa (extraordinary) untuk memulihkan sektor industri pariwisata dalam menghadapi pandemi ini. Secara umum, diperlukan kolaborasi, sinergi dan koordinasi global antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, institusi, dan pelaku usaha dari hulu ke hilir, terutama dalam hal pembuatan dan penguatan regulasi dan inovasi destinasi wisata.

Pada tataran praksis, strategi pemulihan denyut nadi pariwisata di masa pandemi Covid-19 ini bisa diwujudkan dalam empat langkah utama. Pertama, harus adanya terobosan baru dalam hal teknologi publikasi, pemasaran dan mapping (big data) potensi serta lokasi wisata-wisata strategis yang aman dan juga nyaman di era new normal.

Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi dan memudahkan wisatawan dalam memilih spot-spot wisata yang akan dikunjungi. Selain itu, akan memudahkan wisatawan dalam merencanakan anggaran (budget) ketika akan menikmati liburan dan keindahan pariwisata di Aceh.

Kedua, memperbanyak, mengembangkan dan memperkuat usaha rintisan atau startup bidang industri pariwisata berbasis digital yang kreatif dan inovatif. Startup-startup ini diharapkan mampu memacu kreativitas dan inovasi baru serta membangun narasi positif bidang pariwisata seperti bidang eksplorasi wisata alam, budaya, kuliner, destinasi wisata halal, desa wisata, desa pendidikan dan wisata desa pesisir dengan aneka produk umkm nya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved