Ramadhan 1442 H

12 Hari Menuju Ramadhan 1442 H, Niat Puasa Cukup Sekali untuk Satu Bulan atau Setiap Malam?

Apabila itu terjadi, maka puasa esok hari yang dikerjakan oleh orang tersebut tetap sah dan dapat dilanjutkan. Tapi sebaliknya, hal tersebut tidak be

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin
PIXABAY
Terkait niat puasa, cukup sekali untuk satu bulan atau dilakukan setiap malam? 

SERAMBINEWS.COM - Berkaitan dengan niat puasa, cukup dilakukan satu kali untuk satu bulan atau diniatkan di setiap malam selama Ramadhan?

Manakah yang sebaiknya diterapkan? Simak penjelasan dari Ustadz Masrul Aidi, LC, MA dalam artikel berikut ini.

Tidak lama lagi umat muslim akan memasuki Bulan Suci Ramadhan di tahun 2021 ini.

Dalam kalender Hijriah, pada hari ini, Kamis (31/3/2021), umat muslim telah memasuki 17 Sya'ban 1442 H.

Itu artinya, hanya menyisakan 13 hari lagi, umat Islam akan segera memasuki Bulan Ramadhan 1442 H.

Di bulan Ramadhan, umat muslim memiliki kewajiban untuk menunaikan ibadah puasa.

Namun dalam pengerjaannya tentu tidak asal-asalan, atau sekadar menahan diri dari lapar dan dahaga.

Baca juga: Yuk, Simak Cara-cara Alami Turunkan Asam Urat agar Aman Saat Puasa

Baca juga: Bagaimana Hukumnya Bila Puasa tapi Tak Mengerjakan Sholat? Ini Kata Ulama

Seperti ibadah-ibadah lainnya, ada syarat-syarat yang harus dipenuhi saat menjalankan perintah Rukun Islam keempat ini.

Salah satunya terkait dengan niat puasa.

Niat merupakan salah satu dari dua rukun puasa yang tidak boleh ditinggalkan.

Dalam praktiknya, ada dua model niat puasa yang sering diterapkan oleh masyarakat.

Pertama ialah niat puasa Ramadhan untuk satu bulan penuh.

Model niat ini dilakukan pada satu kali waktu saja, biasanya di awal Bulan Ramadhan.

Kedua ialah niat puasa untuk satu hari, yang dilakukan di setiap malam sebelum esoknya berpuasa.

Antara dua model niat ini, berbagai persepsi timbul di kalangan masyarakat.

Baca juga: Puasa Bermanfaat Bagi Penderita Asam Lambung: Keluhan Sakit Menurun, Ini Penjelasannya

Baca juga: Puasa untuk Penderita Diabetes, Persiapkan Hal Berikut Sebelum Ramadhan Tiba

Ada yang beranggapan niat puasa sudah cukup dilakukan dalam satu waktu di awal Ramadhan.

Ada yang hanya melakukan niat untuk satu hari di tiap malamnya.

Dan ada juga yang menerapkan keduanya.

Lalu, seperti apakah sebaiknya niat puasa itu dikerjakan ?

Berikut kami rangkum penjelasan yang pernah disampaikan oleh Ustad Masrul Aidi, LC, MA pada Serambinews.com.

Niat puasa satu waktu atau setiap malam

Pemimpin pondok pesantren (Ponpes) Babul Maghfirah Aceh Besar, Ustadz Masrul Aidi Lc, MA pernah memberikan penjelasan pada Serambinews.com terkait persoalan ini.

Sebagaimana dikatakan oleh Ustadz Masrul, bahwa mayoritas umat Islam di Aceh juga di Nusantara rata-rata bermazhab Syafi’i.

Bagi pengikut mazhab Imam Syafi’i, niat puasa wajib dilakukan di setiap malam.

“Mayoritas kita di Aceh ini, Indonesia juga Nusantara mazhab Syafi'i. Jadi kalau menurut mazhab Syafi'i niat puasa Ramadhan wajib setiap malam,” kata Ustadz Masrul Aidi.

Lebih lanjut ia menjelaskan, apabila seorang Syafi’iyah melakukan niat puasa untuk satu bulan penuh di awal Ramadhan, maka niat itu hanya berlaku untuk satu malam saja.

Baca juga: Sahur saat Menjalankan Puasa Itu Penting, Untuk Apa? Simak Rahasianya pada Tubuh Manusia

Di malam seterusnya, ia tetap wajib memanjatkan niat untuk puasa di keesokan harinya.

“Jadi kalau pun di malam pertama dia niatkan puasa untuk satu bulan Ramadhan, seluruhnya. Niat itu hanya berlaku untuk satu hari, untuk besoknya. Malam berikutnya tetap wajib niat lagi,” jelas Ustadz Masrul Aidi.

Lantas, bagaimana jika seorang Syafi'yah dengan sengaja meninggalkan niat puasa di tiap malamnya ?

Dikatakan Ustadz Masrul, bahwa niat puasa untuk satu bulan penuh yang dipanjatkan pada awal Ramadhan bisa menolong jika seseorang lupa niat kembali di tiap malamnya.

Apabila itu terjadi, maka puasa esok hari yang dikerjakan oleh orang tersebut tetap sah dan dapat dilanjutkan.

Tapi sebaliknya, hal tersebut tidak berlaku bagi yang dengan sengaja meninggalkan niat puasa di tiap malamnya.

Untuk kondisi ini, maka puasa esok hari yang tetap dijalankan oleh orang tersebut menjadi tidak sah.

Sekalipun ia sudah meniatkan di awal Ramadhan.

“Tetapi kalau sengaja memang tidak niat, tetap tidak sah, ini hanya untuk kasus lupa aja,” pungkas Ustadz Masrul.

Awal 1 Ramadhan 1442 Hijriah

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Aceh Dr H Iqbal SAg MAg menyampaikan, untuk penentuan awal Ramadhan, masyarakat diminta menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah.

Sementara itu, Ahli Falakiyah Kemenag Aceh Alfirdaus Putra, menjelaskan, berdasarkan konsep Imkanurrukyah (kemungkinan tinggi Hilal yang dapat dirukyah), awal Ramadhan 1442 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 13 April 2021.

Firdaus menjelaskan, pihaknya juga akan melakukan rukyatul hilal awal Ramadhan 1442 H/2021 M pada Senin, 12 April 2021.

Baca juga: Ini Bulan Syaban, Ingat Utang Puasa Ramadhan, Segera Dibayar, Kapan Batas Puasa Qadha?

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga telah menetapkan awal puasa Ramadhan 1442 H jatuh pada 13 April 2021.

"1 Ramadhan 1442 H jatuh pada hari Selasa Wage 13 April 2021," tertulis dalam maklumat PP Muhammadiyah yang dikeluarkan pada Rabu 10 Februari 2021.

Menurut PP Muhammadiyah, Ijtimak jelang Ramadhan 1442 H, terjadi pada Senin pon (12/4/2021) pukul 09.33 WIB.

Diketahui, dalam penentuan awal puasa Ramadhan, Muhammadiyah menggunakan metode Hisab.

Sedangkan pemerintah menggunakan dua metode untuk menentukan awal Ramadhan, yakni metode Rukyatul Hilal dan Hisab (perhitungan).

Saat ini, pemerintah belum menetapkan awal jatuhnya Bulan Suci Ramadhan 1442 H.

Penetapan 1 Ramadhan 1442 Hijriah akan diumumkan secara resmi oleh menteri Agama RI Yaqut Sholil Qoumas setelah menggelar sidang isbat pada Senin, 12 April mendatang. (Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA TERKAIT RAMADHAN DAN PUASA LAINNYA

JADWAL IMSAKIYAH PUASA RAMADHAN 1442 H

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved