Breaking News:

Berita Aceh Barat

Gampong Napai Butuh Penambahan Tempat Pengungsian Saat Banjir

Napai salah satu desa yang rawan banjir di Aceh Barat. Jika Krueng Woyla meluap, Gampong Napai menjadi kawasan yang pertama tergenang air.

Serambinews.com
M Tamin, Keuchik Napai. 

Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Warga di Gampong Napai, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat butuh penambahan tempat pengungsian saat banjir tiba, sehingga masyarakat setempat tidak kesulitan saat dilanda banjir yang kerap merendam desa tersebut.

Napai salah satu desa yang rawan banjir di Aceh Barat. Jika Krueng Woyla meluap, Gampong Napai salah satu sasaran genangan air pertama, sehingga kerap menyebabkan semua rumah di desa itu terendam air hingga 1 meter lebih.

“Saat ini kita butuh penambahan lokasi pengungsian warga, sebab 3 unit tempat pengungsian yang telah ada belum bisa menampung para warga yang mencapai 400 jiwa lebih di desa kita,” kata Keuchik Napai, Kecamatan Woyla Barat, M Tamin kepada Serambinews,com, Minggu (4/4/2021).

Disebutkan, bahwa desa Napai yang kerap dilanda banjir itu hampir rata-rata warga membangun satu kamar berlantai dua dari kayu, hal itu disiapkan untuk menyelamatkan barang-barang penting dari jamahan air supaya tidak basah.

Ia menambahkan, lokasi genangan air akibat luapan Krueng Woyla itu dimulai dari Dusun Sentosa, kemudian baru menyeluruh. Sehingga saat ini di Dusun Sentosa butuh satu unit bangunan untuk tempat penampungan pengisian saat banjir.

Dikatakannya, bahwa warga setiap hendak ke lokasi pengungsian itu semua harus diantar dengan menggunakan sampan karena air lebih dari satu meter arah ke lokasi pengungsian di desa tersebut.

Baca juga: Jual Airgun ke Penyerang Mabes Polri, Alchaidar Yakin Muchsin Kamal tidak Terlibat, Ini Alasannya

Baca juga: Jalan Menuju Kawasan Konservasi Penyu Berlumpur dan Bau Busuk

Baca juga: Demokrat Kubu Moeldoko Ungkap Alasan Mengapa Melakukan Tindakan KLB: Harus Dilawan

Baca juga: Mengkhawatirkan! 533 Juta Data Pribadi Milik Pengguna Media Sosial Facebook Bocor

Desa yang kerap terjadi banjir itu selama ini memang sudah terbiasa, sementara warga baru mengungsi ketika air sudah melebihi satu meter di dalam rumah.

Tempat pengungsian yang sudah tersedia saat ini ada tiga unit bangunan, masing-masing dua unit berkontruksi kayu satu unit berkonstruksi beton dengan ukuran 4 X 7 meter.

Menurutnya, penyediaan lokasi tempat pengungsian tersebut masih belum memadai dan tidak bisa menampung semua warga di daerah tersebut meski sebagian bertahan di rumah sendiri yang membangun bangunan lantai dua.

“Kita berharap kedepan ini ada bantuan unit bangunan dari dinas terkait yang bisa menampung masyarakat kami untuk mengungsi saat banjir tiba, sebab banjir yang menjadi rutinitas itu dalam setahun lebih dari tiga kali banjir yang merendam semua rumah warga tanpa kecuali,” kata M Tamin.(*)

Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved