Breaking News:

Luar Negeri

Kemenlu Turki Panggil Dubes China di Ankara, Tweet Masalah Uyghur dan Mention Dua Pejabat Turki

Kementerian Luar Negeri Turki memanggil duta besar China di Ankara atas tweet tersebut karena menyebabkan ketidaknyamanan.

ANADOLU AGENCY/EKO SISWONO TOYUDHO
Mahasiswa Muslim berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar China di Jakarta, Indonesia pada hari Kamis, 25 Maret 2021. Mereka mendesak pemerintah China untuk segera menghentikan pelanggaran hak asasi manusia terhadap orang Uighur di Xinjiang. 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA - Kementerian Luar Negeri Turki dilaporkan memanggil Duta Besar China untuk Turki, Liu Shaobin.

Pemanggilan ini diduga terkait dengan tweet Kedutaan China yang dianggap menimbulkan ketidaknyamanan di Turki.

Pasalnya, dalam tweet yang menyinggung tentang masalah Muslim Uyghur, pihak Kedutaan memention atau menandai Ketua Partai oposisi IYI, Meral Aksener dan Wali Kota Ankara Mansur Yavas.

Tweet tersebut berisi pernyataan, pihak China dengan tegas menentang dan mengutuk keras negara lain yang menganggu kedaulatan teritorial Tiongkok.

"Pihak Tiongkok dengan tegas menentang dan mengutuk keras setiap tantangan oleh siapa pun atau kekuatan apa pun terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Tiongkok. Pihak China berhak atas tanggapan yang dibenarkan," tweet @ChinaEmbTurkey.

Tweet Kedubes China yang menandai Ketua Partai oposisi IYI, Meral Aksener dan Wali Kota Ankara Mansur Yavas ini mendapat respon langsung dari Kementerian Luar Negeri Turki.

Pada hari Selasa (6/4/2021) Kementerian Luar Negeri Turki memanggil duta besar China di Ankara atas tweet tersebut karena menyebabkan ketidaknyamanan.

Melansir dari Anadolu Agency, Rabu (7/4/2021) kekesalan dan ketidaknyamanan tersebut disampaikan kepada Duta Besar China Liu Shaobin.

Tweet kedutaan itu menanggapi tweet Aksener dan Yavas di mana mereka mengingat pembunuhan Muslim Uyghur pada tahun 1990 oleh pasukan Tiongkok di Kotapraja Baren.

“Daerah Otonomi Uyghur Xinjiang adalah bagian integral dari wilayah Tiongkok. Ini adalah fakta yang diterima secara internasional dan tidak terbantahkan,” kata kedutaan China.

Baca juga: Pejabat HAM Turki Sorot Sikap China ke Uyghur, Islamofobia di Prancis, dan Eropa Tolak Pengungsi

Baca juga: VIDEO - Polisi Operasi Khusus Turki Gunakan Teknologi Virtual saat Simulasi Perang

Baca juga: Turki Alami Inflasi Sampai 16 Persen, Jadi Tantangan Gubernur Bank Sentral Baru

Kelompok Muslim Uighur yang terdiri dari 18 orang datang dari Istanbul ke Ankara untuk menarik perhatian masyarakat internasional terhadap aksi pelanggaran hak asasi manusia terhadap orang-orang Uighur, di China.
Kelompok Muslim Uighur yang terdiri dari 18 orang datang dari Istanbul ke Ankara untuk menarik perhatian masyarakat internasional terhadap aksi pelanggaran hak asasi manusia terhadap orang-orang Uighur, di China. (ANADOLU AGENCY/UGUR SUBASI)
Halaman
12
Penulis: Syamsul Azman
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved