Breaking News:

Ramadhan 2021

Hukum Tidak Puasa dalam Bulan Ramadhan, Ustaz Masrul Aidi: 330 Hari Puasa Qadha Tak Sebanding

Puasa dalam bulan Ramadhan baik itu sengaja meninggalkan puasa atau karena ada penyebab, dijelaskan oleh Ustadz Masrul Aidi

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Ustadz Masrul Aidi 

Kategori tersebut merupakan orang-orang yang diizinkan untuk tidak berpuasa, sebagaimana dijelaskan Ustadz Masrul pada Serambinews.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Hukum Swab saat Puasa Ramadhan, Batalkah Puasanya? Buya Yahya: Sama Seperti Orang Minum Obat

Tetap Diharamkan Makan Minum meski Tidak Berpuasa

Pada Mahzab Imam Syafii, bila seseorang lupa niat pada waktu malam, maka puasanya tidak sah pada siang hari.

Meskipun dalam menurut Mahzab Imam Syaffi puasanya tidak sah, bukan berarti bisa makan minum, orang yang tidak memasang niat puasa tetap diharamkan makan minum, meskipun dirinya tidak masuk kategori berpuasa.

"Contoh dalam mahzab Imam Syafii, orang yang lupa niat waktu malam, maka tidak sah puasa siang hari menurut mahzab Imam Syafii.

Jadi walaupun dia tidak puasa pada siang hari, tetap diharamkan bila makan dan minum pada siang hari," jelas Ustad Masrul.

Baca juga: Jelang Bulan Puasa, Warga Blang Mancung Mulai Produksi Buah Kolang-Kaling

Hukum Sengaja Tidak Puasa

Seorang Muslim dengan kesadaran sengaja meninggalkan puasa, maka dia menerima dosa dan telah melanggar kewajibannya sebagai seorang Muslim untuk menunaikan rukun Islam.

Selain itu, keistimewaan berpuasa pada bulan Ramadhan tidak didapatkan pada bulan lain.

Sehingga, meskipun seorang Muslim melakukan qadha puasa dari dua Syawal sampai bulan Syaban, tidak sebanding pahala yang didapatkan, meski hanya satu hari berpuasa pada bulan Ramadhan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved