Breaking News:

Dana Desa

Realisasi Dana Desa di Aceh Rp 954 Miliar, Tercepat Se-Indonesia

Aceh mencatatkan diri sebagai provinsi tercepat se-Indonesia dalam penyaluran Dana Desa tahap pertama.

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Taufik Hidayat
Dok Humas Kanwil DJPb Aceh
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Negara (Kakanwil Djpb) Aceh, Syafriadi saat pemaparannya dalam media meeting, Jumat (9/4). 

Muhammad Nasir | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Aceh mencatatkan diri sebagai provinsi tercepat se-Indonesia dalam penyaluran Dana Desa tahap pertama. Hingga 8 April 2021, realisasinya sudah mencapai Rp 954 Miliar, dari pagu Rp 4,9 triliun.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Perbendaharaan Negara (Kakanwil Djpb) Aceh, Syafriadi dalam media meeting, Jumat (9/4).

Syafriadi mengatakan, realisasi Dana Desa di Aceh sudah mencapai 15 persen, dengan jumlah nyaris mencapai angka triliunan.

Namun, kata Syafriadi, pencapaian positif dalam penyaluran dana desa tidak diikuti oleh realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang capaiannya masih 8,3 persen atau Rp 298,8 miliar dari pagu Rp 3,56 triliun.

Rinciannya, DAK nonfisik realisasinya masih Rp 289,8 miliar dan DAK fisik yang baru Rp 9 miliar.

Syafriadi mengatakan, saat ini pemerintah terus mempercepat realisasi anggaran, guna mendukung kebangkitan ekonomi Indoneisa, khususnya Aceh.

Baca juga: Kepala KPPN Kota Banda Aceh: Tak Ada Antrean dalam Pencairan Dana Desa maupun BLT

Baca juga: Warga Keracunan Gas, Anggota DPRA Minta PT Medco Pastikan Keamanan Semua Sumur Minyak

Baca juga: Puluhan Peserta SBMPTN Gagal UTBK di Unimal, Ini Sebabnya

Baca juga: Perjuangan Guru Honorer Mengajar di Pelosok, 9 Kali Ganti Sepeda Motor, Upah Rp 300 per Bulan

Katanya, kinerja APBN dalam membangkit ekonomi nasional sudah menunjukkan hasil yang positif. Setidaknya, kata Syafriadi, ada tiga penyebab kinerja baik tersebut, yaitu vaksinasi, keberhasilan kesinambungan bisnis, dan reformasi struktural yang dimotori oleh UU Cipta Kerja.

Pemerintah telah mengalokasikan Rp 694 triliun untuk pemulihan ekonomi, dengan sasaran perlindungan sosial, program prioritas, kesehatan, dukungan UMKM, dan insentif usaha.

Sehingga Syafriadi berharap Pemerintah Aceh, Pemerintah kabupaten/kota, hingga lembaga vertikal di Aceh bersinergi dalam pemnafaatan dana program PEN ini. 

“Program PEN ditujukan penguatan bagi penguatan daya beli maysarakat, sehingga harus benar-benar tepat sasaran. Diharap nanti mampu meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat Aceh,” ujar Syafriadi.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved