Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Dua Pelajar Terlibat Pembunuhan di Aceh Tamiang, DPRK: Sekolah dan Orang Tua Bertanggung Jawab

Kejahatan ini tidak akan terjadi bila orang tua maupun sekolah memiliki perhatian lebih terhadap anak-anak.

Serambinews.com
Muhammad Irwan menilai kasus pembunuhan yang melibatkan dua pelajar tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab sekolah dan orang tua 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Irwan meminta orang tua dan pihak sekolah bertanggung jawab atas terjadinya pembunuhan yang melibatkan dua pelajar, ABS (18) dan BWY (17).

Wan Tanindo, sapaannya, menilai kejahatan ini tidak akan terjadi bila orang tua maupun sekolah memiliki perhatian lebih terhadap anak-anak yang saat ini lebih banyak waktu luang dampak pandemi Covid-19.

“Jelas ada peran orang tua dan sekolah, ini dampak anak-anak tidak aktif sekolah sehingga lebih banyak bergaul di luar,” ujarnya.

Bukan bermaksud mendahului penyidikan, Wan Tanindo menduga kejahatan ini berkaitan dengan narkoba ataupun Judi Online.

“Logikanya, untuk apa anak seusia itu merampok, seolah-olah memiliki beban keuangan berat yang harus diselesaikan dengan cepat,” ujarnya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran semua pihak, termasuk pemerintah untuk mengevaluasi proses pembelajaran 50 persen.

Baca juga: Awas, Uang Palsu Rp 100.000 Beredar di Subulussalam, Seorang Pedagang Tertipu

Baca juga: Niat Makan Enak Saat Berbuka Puasa, Anak Kos Ini Malah Dapat Hidangan Ayam Kecap Mentah

Baca juga: Kepergok Jual Chip Domino, Pemilik Counter Isi Ulang Pulsa Ditangkap, HP & Uang Rp 1 Juta Diamankan

Baca juga: Bukan Hanya di Natuna, 240 Kapal China Sesaki Lautan Filipina Ambil Berton-ton Ikan Secara Ilegal

Dia mendorong pemerintah mengambil kebijakan agar proses belajar tatap muka bisa diterapkan secara penuh.

“Bila memang memungkinkan, tidak ada salahnya sekolah diaktifkan penuh. Anak-anak sudah terlalu lama tidak sekolah, ini jelas mempengaruhi mental dan prilaku mereka,” ucapnya.

ABS (18), remaja di Aceh Tamiang diketahui nekat membunuh dan merampok neneknya, Ribut (61) hanya karena sakit hati sering dimarahi oleh korban.

Dalam aksinya, dia mengajak temannya, BWY (17) untuk membunuh korban pada Rabu (14/4/2021) dini hari.

Baca juga: VIDEO Dayah Salafiah Darussa’adah Cot Puuk di Bireuen Tetap Eksis, Berusia Puluhan Tahun

Baca juga: Advokasi Pilkada Aceh Tahun 2022, Ketua DPRA akan Temui Menkopolhukam dan Presiden

Baca juga: Produsen Tahu dan Tempe di Aceh Kesulitan Bahan Baku Kacang Kedelai, Ini Solusi Distanbun

Kapolsek Kejuruan Muda Ipda Yose Rizaldi menjelaskan ABS merupakan pelajar kelas tiga sebuah SMA negeri di Aceh Tamiang, sedangkan BWY kelas satu SMK di Aceh Tamiang.

Kedua remaja yang berdomisili di Kampung Bundar, Karangbaru, Aceh Tamiang ini telah ditahan di Mapolres Aceh Tamiang atas tuduhan perampokan dan pembunuhan.

“Motifnya sakit hati, karena korban ABS selaku cucu kandung sering dimarahi korban,” sambung Yose.(*)

Penulis: Rahmad Wiguna
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved