Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Selatan

Masjid Tuo Al-Khairiyah, Dicetus Saudagar Arab Hingga Keterkaitan dengan Muda Waly dan Daud Beureueh

menurut catatan yang ada pada salah satu tiang, bahwa Masjid Tuo Al-Khairiyah ini dibangun pada tahun 1276 Qamariyah atau ± 1860 Miladiyah.

Penulis: Taufik Zass | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/TAUFIK ZASS
Masjid Tuo Al-Khairiyah, Tapaktuan, Aceh Selatan 

Oleh karena itu, untuk menyatukan umat dalam bentuk jamaah, yang bersangkutan sangat prihatin atas  keadaan demikian. 

Sedangkan minat dan kemauan masyarakat untuk memperdalam ilmu Agama sangat tinggi. 

“Waktu beliau datang kali keduanya, beliau membawa tukang orang Tionghowa yang juga telah memeluk agama Islam, maka mulailah masjid dibangun. 

Pembangunan itu disambut oleh masyarakat Tapaktuan dengan suka cita sambil ikut sama-sama bergotong royong secara bergiliran.

Motif Masjid di Jawa

Untuk motiv masjid itu sendiri mengacu kepada masjid-masjid yang telah dulu dibangun di Pulau Jawa seperti masjid Banten dan Demak,” ungkap A Nasriza sesuai dengan catatan sejarah yang dimilikinya dalam bentuk tertulis.

Seiring perjalanan waktu, beberapa dasawarsa kemudian apa yang pernah dicita-citakan oleh pendiri masjid mulai terwujud.

Masjid yang tidak atau belum punya nama saat itu menjadi pusat cikal bakal pengembagan intelektual Islam. 

Abuya Syech Muda Waly Al-Khalidy

Di antaranya yang pernah belajar di sini adalah Abuya Syech Muda Waly Al-Khalidy sebelum beliau meneruskan pendidikannya ke Sumatera Barat.

Kemudian Buya Zamzami Syam yang terakhir beliau menetap di Singkil, Uztazd Manaf yang terakhir beliau menetap di Blang Pidie.

Selain itu, juga intelektual Islam lainnya, seperti Prof DR Ismail Suny yang juga pernah menjadi pimpinan Muhammadiyah Pusat.

Pada saat itu sistem belajar/mengajar di emperan masjid yang dinamai proses belajar/mengajar ala Rangkang, pada waktu itu lahir nama Masjid ini Al-Khariyah.

Sedangkan nama masjid sendiri kalau orang di luar Tapaktuan menamakan Mesjid Jami’ Lama Kota Tapaktuan.

Sedangkan orang Tapaktuan sendiri menamakannya Mesjid Tuo.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved