Breaking News:

Pemindahan Ibu Kota

Proyek Pemindahan Ibu Kota Bikin Fokus Pemerintah Menghadapi Pandemi Menjadi Terpecah

Utang pemerintah diperkirakan akan berjumlah Rp 10.000 triliun pada 2024, dan itu sudah cukup membebani perekonomian kita.

rendering_indonesia
Istana negara di Ibu Kota Baru di Kalimantan Timur 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA  - Sejumlah ekonom menyarankan agar proyek pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur sebaiknya tidak dilanjutkan saat ini, karena pemerintah sedang menghadapi pandemi Covid-19.

Ekonom senior Prof Dr Emil Salim mengatakan proyek ibu kota negara (IKN) membuat perhatian pemerintah dalam menghadapi pandemi terpecah.

“Dalam keadaan ini kita harus bertempur di dua bentuk. Pertama tenaga yang harus pindah, ke dua bertempur untuk Covid-19,” kata Emil dalam diskusi terkait pemindahan ibu kota secara virtual, Jumat kemarin.

Dia menawarkan alternatif jika pemerintah ingin meneruskan proyek tersebut, yaitu membuat dua ibu kota.

Pertama ibu kota negara yang berisi presiden, wakil presiden, dan sekretariat negara, kata dia.

Ke dua, ibu kota proklamasi yang berisi kementerian dan lembaga lainnya.

“Supaya jangan buang waktu untuk pindah,” tutur Emil.

Strategi ini menurut dia masuk akal agar persoalan pandemi Covid-19 lebih dulu bisa diatasi.

Menurut Emil, kondisi Jakarta sebagai ibu kota sudah tidak ideal dengan beragam permasalahan yang tak kunjung usai seperti kemacetan dan banjir.

Namun, hal ini seharusnya bukan jadi alasan pemindahan ibu kota, bahkan harus diatasi terlebih dahulu.

Halaman
123
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved