Sabtu, 18 April 2026

Indonesia Berpotensi Seperti India, Jika Mutasi Covid-19 B117 Lebih dari 50 Persen

Mutasi virus B117 misalnya, Pandu mengatakan jika telah menginfeksi di atas 50 persen, maka kasus aktif tidak terbendung lagi.

AFP/NARINDER NANU
Pengantin pria (tengah) di atas kuda bersama para tamu mengikuti prosesi pernikahan di luar hotel di Amritsar, India, Rabu (25/11/2020). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Epidemiolog dari Universitas Indonesia(UI), Pandu Riono berpandangan, Indonesia memiliki kemungkinan mengikuti India, yang mengalami tsunami Covid-19.

"Mungkinkah Indonesia mengalami hal ya sama (dengan India atau Eropa), pak Menteri (BGS) selalu bertanya ke saya ya mungkin (terjadi gelombang ketiga)," ujar Pandu, Senin (19/4/2021).

Ia mengatakan, meski vaksinasi dilakukan namun penularan mutasi Covid-19 jauh lebih cepat.

Kejadian lonjakan kasus di beberapa negara merupakan suatu fenomena shifting antara mutasi, dimana ada perubahan transisi ke virus lama ke mutasi yang baru.

"Jadi virusnya mempunyai kemampuan yang cepat, dua kali lebih cepat sehingga akan jauh lebih tinggi penularannya dan lebih tinggi kasus yang ditemukan," terangnya.

Baca juga: Polisi Riyadh Bongkar Dua Jaringan Penipuan, Warga Bangladesh dan India Ditangkap

Baca juga: Indianapolis Diguncang Penembakan Brutal, Delapan Orang Tewas dan Pelaku Bunuh Diri

Baca juga: India Larang Ekspor Remdesivir dan Bahan Farmasi

Mutasi virus B117 misalnya, Pandu mengatakan jika telah menginfeksi di atas 50 persen, maka kasus aktif tidak terbendung lagi.

"Itu yang jadi potensial akan terjadi di Indonesia. Indonesia kalau lihat data Jakarta itu observasi semua 3M turun. Orang sudah lupa dengan pandemi," kata dia.

Meski demikian, potensi tersebut dapat diantisipasi melalui displin protokol kesehatan 3M serta pembatasan mobilitas yang ketat.

"Apakah kita bisa cegah? Bisa dengan betul-betul batasi mobilitas penduduk, dan tingkatkan 3M dan surveillance, testing, pelacakan isolasi yang benar. Dengan demikian kita berrusaha hambat penularan, penularan terjadinya transisi yang cepat dari virus lama ke virus baru," ujar Pandu.

Penambahan kasus positif covid-19 di India melonjak drastis. Dalam sehari tercatat ada penambahan 270 ribu kasus.

Baca juga: Dua Pejabat Aceh Timur Positif Covid-19, Ini Riwayat Perjalanannya

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 untuk ASN Disperindag Bener Meriah

Baca juga: Israel Batalkan Kewajiban Masker, Sekolah Kembali Dibuka, Vaksinasi Covid-19 Dinilai Berhasil

Total kasus yang tercatat dalam waktu 24 jam terakhir adalah 273.810. Ini menjadikan total kasus India melebihi 15 juta kasus, mengkudeta Brazil di posisi sebagai negara dengan kasus terbesar kedua di dunia, di bawah Amerika Serikat (AS).

Angka kematian akibat covid-19 di India juga melonjak drastis menyentuh rekor baru dengan 1.619 kematian, menjadi total 178.769 kematian akibat virus corona.

Perhatian rakyat India kini tertuju pada Festival Kumbh Mela yang diikuti jutaan umat Hindu. Sedikitnya 1.600 orang teruji positif mengidap Covid-19 setelah mengikuti acara tersebut antara 10-14 April 2021.

Foto-foto menunjukkan sekian banyak orang berkumpul di Kota Haridwar, Negara Bagian Uttarakhand, kemudian berendam bersama di Sungai Gangga. Tidak hanya itu, perkantoran, pasar tradisional, mal, dan berbagai moda transportasi beroperasi dengan kapasitas penuh. Pesta pernikahan, acara keagamaan, dan pawai politik turut digelar, yang para pesertanya sebagian besar tidak memakai masker dan menjaga jarak.

Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (Satgas COVID-19 PB IDI) harus menjadi perhatian. Apalagi di Jakarta belakangan menunjukkan penambahan kasus signifikan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved