Breaking News:

Kupi Beungoh

Kunjungan Ramadhan ke AD Pirous: Silaban, Gerrit Bruins, Ibrahim Hasan & Estetika Baiturrahman (IV)

Masjid Baiturrahman dibangun kembali pada tahun 1879 atas perintah Jenderal Van Der Haijden, dengan jasa kontraktor pengusaha berdarah Cina, Lie A Sie

SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Foto direkam dengan drone dari arah Tugu Modal, tahun 2019. 

Apakah sebelumnya Sukarno pernah membaca sejarah berdirinya Mesjid Raya Baiturrahman, yang sampai hari ini menjadi kebanggaan rakyat Aceh?

Yang pasti ada keserupaan yang tak sama antara asbabun nuzul arsitektur Mesjid Istiqlal dan Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Sukarno adalah pelahap buku dan catatan sejarah.

Barangkali Sukarano tahu dan pernah membaca bahwa bahwa 82 tahun sebelum Istiqlal dibangun, di salah satu provinsi yang sangat kental dengan nilai-nilai keislaman agak sama prosesnya dengan Istiqlal.

Masjid yang menjadi kebanggaan rakyat Aceh, dirancang dan dibangun oleh nonmuslim, bahkan penjajah Belanda.

Masjid itu adalah Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Ceritanya sangat sederhana, agresi Belanda pertama pada tahun 1873 mendapat perlawanan kuat dari berbagai tempat, dengan konsentrasi utama di Masjid Raya Baiturrahman.

Pasukan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal Kohler menduga bangunan itu adalah benteng pertahanan Aceh, dan kemudian menembakkan bola api ke Masjid Baiturrahman.

Masjid ludes terbakar dan Belanda harus membayar mahal, Jenderal Kohler mati ditembak di halaman masjid oleh sniper pejuang Aceh.

Belanda meminta maaf kepada ulama dan tokoh-tokoh masyarakat beberapa tahun setelahnya.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved