Kupi Beungoh
Merokok Salah Satu Faktor, Pemicu Migrain
Berhenti merokok bukan merupakan prihal yang mudah untuk dilakukan seorang perokok berat, baik secara fisik maupun mental.
dr Aidil Fiqri*)
Sakit kepala merupakan penyakit ringan, yang mempunyai efek besar terhadap aktivitas sehari-hari. Hampir setiap orang pernah merasakan sakit kepala.
Menurut WHO migrain merupakan salah satu kondisi nyeri kepala yang paling sering diderita manusia di seluruh dunia, Indonesia, juga Aceh.
Hal ini yang menyebabkan orang banyak mendatangi dokter saraf, untuk mengobati rasa sakit kepala sebelahnya.
Waktu lamanya nyeri sakit kepala akibat migrain cukup lama, bisa berlangsung antara 4 - 72 jam.
Kepala terasa berdenyut, intensitas nyerinya biasa dirasakan dari ukuran sedang sampai berat, dipicu oleh aktivitas dan dapat disertai mual, muntah, sensitif terhadap cahaya atau suara.
Hal itu tentu sangat menggangu dan bisa menghambat segala aktivitas.
Hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab kemunculan sakit kepala sebelah atau migrain itu.
Namun sakit migrain itu diduga, efek dari aktivitas tidak normal otak yang mempengaruhi pembuluh darah, saraf, dan zat kimia di dalam otak.
Selain rokok, pemicu lain yang bisa membuat nyeri kepala sebelah (migrain) adalah faktor makanan.
Seperti minuman anggur merah, coklat, bau yang menyengat atau tajam, sinar – cahaya yang berkedip-kedip, minuman berakhohol, kafein, nikotin, dan makanan yang banyak mengandung Monosodiun Glutamat (Msg).
Kemudian faktor psikis seperti stres emosi dan waktu tidur yang tidak teratur juga diketahui merupakan pemicu migrain yang kuat pada sebagian orang.
Beberapa penelitian (Lopez-Mesenero – dari Fakultas Kedokteran Universitas Salamanka Spanyol) menyatakan bahwa kebiasaan merokok memiliki hubungan dengan kejadian migrain, dimana merokok dapat mengaktivasi monoamin di otak, menurun produksi nitric oxide, yang akhirnya meyebabkan ketergantungan nikotin.
Nikotin dalam rokok diketahui dapat meyempitkan pembuluh darah di otak dalam jangka pendek dan hal ini yang dapat menyebabkan efek langsung terhadap kejadian migrain pada perokok.
Mengatasi sakit kepala setelah merokok
Salah Satu hal yang paling mugkin agar untuk mengurangi sakit kepala sebelah atau migrain, setelah merokok, adalah mengurangi merokok dan untuk jangka panjang, stop merokok.
Berhenti merokok bukan merupakan prihal yang mudah untuk dilakukan seorang perokok berat, baik secara fisik maupun mental.
Adapun cara yang bisa dilakukan untuk berhenti merokok yang mengakibatkan migrain, antara lain kurangi berkumpul dengan sesama perokok, kurangi minum kopi dan minuman berakohol.
Selanjutnya mengikuti terapi perilaku dengan mengikuti konseling yang memfokuskan pada strategi berhenti merokok.
Terapi ini dilakukan dengan bicara pada konselor dalam sesi psikoterapi, agar mendapatkan hasil maksimal terapi ini dapat dipadukan dengan terapi penganti nikotin atau biasa di sebut nicotine replacement therapy (NRT).
NRT dapat membantu mengurangi hasrat tubuh untuk kembali merokok saat tubuh mulai merasakan hilang asupan nikotin.
Sumber NRT beragam , nikotin tempel seperti stiker, yang di tempelkan pada kulit, bombon karet dan bisa dengan cara disemprotkan ke mulut. Setelah anda berhenti merokok, anda juga akan berhenti merasakan sakit kepala sebelah, setelah merokok.
*) PENULIS adalah Seorang Dokter di Banda Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca juga: KAPRa Apresiasi Polres Gayo Lues Ungkap Dugaan Korupsi Program Karantina Hafiz dan Tahan 3 Tersangka
• Rubiah Terkurung di Kamar Mandi, Rumah Rusak Akibat Angin Kencang Jadi 7 Unit
Baca juga: Puasa Datangkan Kesehatan dan Keberkahan
Baca juga: SMAN 2 Bireuen Seleksi Calon Siswa Baru, Ini Jadwalnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/dr-aidil-fiqri.jpg)