Breaking News:

Berita Banda Aceh

Pasien Gangguan Jiwa di RSJ akan Segera Miliki E-KTP,  Disdukcapil Banda Aceh Lakukan Perekaman

Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau orang terlantar yang saat ini dirawat  di Rumah Sakit Jiwa Aceh akan segera memiliki KTP elektronik

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
Foto Diskominfo Banda Aceh
Petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banda Aceh sedang melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik pada pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau orang terlantar yang dirawat di Rumah Sakit Jiwa Aceh, pada Kamis (28/4/2021). 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau orang terlantar yang saat ini dirawat  di Rumah Sakit Jiwa Aceh akan segera memiliki KTP elektronik.

Alasannya, karena banyak pasien di RSJ tidak memiliki identitas.

Sehingga dilakukan perekaman sidik jari dan iris jari.

Jika sebelumnya sudah melakukan perekaman maka akan terlacak, maka identitas akan terkuak.

Baca juga: Ketua PAN Banda Aceh Aminullah Usman Ingin Bersinergi dengan Partai Ummat

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Banda Aceh sudah melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik pada pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) atau orang terlantar yang dirawat  di Rumah Sakit Jiwa Aceh, pada Kamis (28/4/2021).

Kepala Disdukcapil Banda Aceh, Dra Emila Sovayana mengatakan, perekaman KTP ini untuk mengidentifikasi data kependudukan.

“Karena mereka ditemukan tidak ada identitas, jadi kita lakukan perekaman sidik jari dan iris mata sehingga memungkinkan ditemukannya identitas yang dulu pernah direkam di daerah lain.

Jadi kalau sudah pernah merekam akan ditemukan alamatnya dan identitas lainnya,” kata Emila.

Baca juga: Pembeli Chip Higgs Domino di Pidie Dihukum Cambuk, Eksekusi Usai Ramadhan

Kata Emila, bagi pasien yang tidak ditemukan identitasnya akan dimasukkan ke dalam KK Rumah Sakit Jiwa.

Ia juga menambahkan, pentingnya KTP ini sebagai salah satu persyaratan untuk memudahkan mendapatkan layanan kesehatan selama perawatan pasien.

Emila mengatakan, dalam kunjungan ke RSJ itu ada tiga pasien yang dilakukan perekaman KTP.

“Dari tiga orang yang dilakukan perekaman semuanya belum memiliki identitas, sehingga mereka kita masukkan ke dalam KK Rumah Sakit Jiwa,” katanya

Mengenai hal ini, Emila berharap dengan adanya koordinasi yang baik ini agar semua pasien  bisa mendapatkan pelayanan terbaik dan sehat kembali.(*)

Baca juga: Janda Muda dan Pemuda Digerebek Warga Malam Ramadhan, Sempat Memanas Hingga Diamankan Polisi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved