Breaking News:

Idul Fitri 1442 H

Hukum Tukar Uang Saat Lebaran Serta Cara Transaksi Sesuai Islam, Simak Penjelasan UAS & Buya Yahya

Buya Yahya menegaskan, jika menukar uang ada selisihnya, maka perbuatan itu adalah riba. Jika itu dilakukan, maka baik penukar maupun yang menyediaka

KLOASE SERAMBINEWS.COM
Hukum tukar uang saat Lebaran serta cara transaksi sesuai dengan ajaran Islam menurut Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Buya Yahya. 

SERAMBINEWS.COM - Berikut adalah hukum menukar uang serta cara bertransaksinya yang benar sesuai dengan ajaran islam menurut penjelasan Ustadz Abdul Somad dan Buya Yahya.

Menukar uang lama dengan uang baru atau uang pecahan receh merupakan suatu kebiasaan yang lazim dilakukan umat muslim menjelang Lebaran.

Keperluan menukar ini dilakukan karena ada tradisi bagi-bagi uang saat lebaran pada kerabatnya ketika bersilaturrahmi.

Sehingga menjelang lebaran, banyak orang yang menukarkan uang lamanya dengan berbagai pecahan, baik melalui perbankan maupun jasa yang ditemukan di pinggir jalan, terminal hingga pelabuhan.

Biasanya, saat melakukan transaksi, penyedia jasa penukaran akan menetapkan selisih nilai uang yang akan dikembalikan.

Misalnya jika ingin menukar Rp 10.000 dengan pecahan Rp 1.000.

Baca juga: BLT UMKM Rp 1,2 Juta Cair Sebelum Lebaran, Begini Cara Cek dan Cairkan Lewat BRI atau BNI

Si penukar hanya memperoleh pecahan Rp 1.000 sebanyak sembilan lembar atau totalnya menjadi Rp 9.000.

Itu artinya ada selisih saat melakukan transaksi penukaran uang, yang kemudian banyak diperdebatkan soal hukumnya dalam pandangan islam.

Sebagaimana diketahui, dalam pandangan Islam, menukar barang harus memenuhi dua syarat, yaitu sejenis dan harus sama jumlahnya.

Jika tidak, maka termasuk dalam kategori riba.

Halaman
1234
Penulis: Yeni Hardika
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved