Minggu, 10 Mei 2026

Opini

Musuh Islam Bukan Hanya Israel

SEBULAN terakhir dunia terus memberitakan konflik antara Palestina dan Israel yang kian memprihatinkan, roket-roket Zionis meluluhlantakkan rumah

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Asrizal H. Asnawi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh 

Umat Islam adalah umat pilihan, agama Islam adalah agama yang sempurna dan diridhai Allah SWT, tetapi kenapa kita menjadi tercerai berai? Satu jawabannya karena kita tidak lagi berpegang teguh pada tali Allah, yaitu Alquran sebagai pedoman hidup.

Palestina dan rakyatnya adalah saudara kita, ada tanggung jawab kita untuk membantu mereka dengan harta yang bisa kita donasikan dan doa tiada henti kepada Allah. Namun jangan lupakan, Masjidil Aqsa itu adalah rumah milik Allah, insya Allah, saya berkeyanikan

bahwa Allah SWT pasti menjaganya, seperti Allah menjaga Ka'bah saat pasukan gajah tentara Abrahah dari Yaman hendak menghancurkannya.

Palestina terlalu jauh jaraknya dengan Indonesia. Jadi untuk memaknai perintah Allah agar kita berjihad dan berjuang untuk agama Allah, dengan harta dan jiwa bisa dimaknai seperti ini:

1. Perjuangan dengan harta bisa diartikan dengan mendonasikan harta yang kita miliki untuk membantu tetangga di lingkungan kita yang miskin dan dalam kesulitan. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, dan jika masih ada kelebihan rezeki, mari kita donasikan juga untuk saudara Muslim kita yang sedang berjuang mempertahankan tanah dan nyawanya di Palestina.

3. Berjihad dengan jiwa saat ini bisa kita maknai, mari kita memperbaiki kualitas diri kita dan kualitas generasi kita saat ini, beri mereka kesempatan pendidikan yang terbaik, bantu mereka untuk mendapat peluang usaha yang baik. Sehingga ke depan, Islam bisa kembali ke puncak kejayaannya.

Belum lama Islam kehilangan tongkat kejayaannya, belum sampai 100 tahun lamanya, tetapi perlakuan terhadap umat Islam saat ini sangat menyedihkan. Islam pernah menguasai dunia selama 700 tahun melalui Kesultanan Turki Utsmani, yang pengaruh kekuasaan sampai ke Aceh. Kini Turki sadar akan kesalahan yang mereka lakukan 100 tahun lalu, kejayaan yang terlalu lama membuat mereka lalai, sehingga

negara mereka berubah dari sistem kesultanan menjadi kepresidenan, bahkan Turki sempat berubah haluan dari sistem yang islami menjadi sekuler.

Alhamdulillah kini kejayaan Turki Ustmani mulai bangkit. Mereka berhasil memperbaiki posisi dan nilai tawarnya di mata dunia, semua itu mereka usahakan melalui perbaikan pendidikan, teknologi indusri, dan teknologi alat perang.

Kini, Turki tidak butuh negara sekutu Israel untuk bangkit, karena sebagai negara Islam, mereka sadar kalau Israel dan sekutu tidak akan pernah ingin melihat negara Islam bisa mandiri.

Insya Allah, bila anak-anak dan generasi kita saat ini bisa kita didik dengan benar, maka Insya Allah, Indonesia di masa depan akan sama dengan Turki. Sekali lagi saya sampaikan, musuh kita bukan cuma Israel.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved