Breaking News:

Salam

Perluasan Sasaran Vaksinasi Memang Sudah Seharusnya

Kita mendukung penuh kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang akan memperluas sasaran vaksinasi Covid‑19 kepada kelompok

Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Wakil Bupati Abdya, Muslizar MT, didampingi Kepala Dinkes, Safliati SST MKes, memantau vaksinasi Covid-19 terhadap ASN di Kantor Bupati setempat, Senin (24/5/2021). Personel dari Kodim 0110 dan Polres setempat ikut membantu pelaksanaan vaksinasi.  

Kita mendukung penuh kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang akan memperluas sasaran vaksinasi Covid‑19 kepada kelompok umur pralansia dimulai dari usia 50 tahun ke atas. Sebab usia tersebut memang sangat rentan berbagai penyakit lainnya yang tentu saja lebih berisiko terhadap kematian.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya yang dikutip dari cnnindonesia.com bahwa rencana tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/II/2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid‑19 pada Kelompok Pra Lansia dan Hasil BPOM Terkait Vaksin Covid‑19 AstraZeneca yang ditandatangani Plt Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu pada 28 Mei 2021 dan ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi/Kota/Kabupaten se-Indonesia.

"Sasaran pemberian vaksinasi Covid‑19 diperluas ke kelompok umur pralansia, dimulai dari usia 50 tahun ke atas. Kebijakan ini diambil dengan dasar kelompok pralansia adalah kelompok usia paling rentan kedua setelah lansia dan perlu dilindungi," dikutip dari edaran itu, Minggu (30/5), dan disiarkan harian ini Senin (31/5/2021).

Dalam edaran juga dijelaskan bahwa program vaksinasi mekanisme 2:1, yaitu untuk satu orang usia 18‑49 tahun dapat menerima vaksinasi bila membawa dua orang usia 50 tahun ke atas. "Hal ini dapat diimplementasikan sesuai kebijakan daerah masing‑masing," tulis edaran.

Selain memperluas sasaran, edaran itu juga menjelaskan bahwa vaksin AstraZeneca Batch (Kumpulan Produksi) CTMAV547 dapat digunakan kembali, setelah sebelumnya penggunaan sempat dihentikan.

Langkah itu diambil lantaran BPOM telah melakukan pemutakhiran informasi keamanan vaksin AstraZeneca CTMAV547, yang disimpulkan tidak ada keterkaitan antara mutu vaksin dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dilaporkan.

"BPOM, Kemenkes, dan Komnas PP KIPI terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia, dan menindaklanjuti setiap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi," dikutip dari edaran.

Lebih lanjut, dalam edaran Dinas Kesehatan Provinsi/Kota/Kabupaten juga diminta untuk segera melakukan koordinasi dan kerjasama percepatan vaksinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung capaian target vaksinasi.

"Segera melakukan koordinasi dan kerjasama percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid‑19 dengan jajaran TNI, Polri, Komunitas, Organisasi Lokal, dan pihak swasta dalam mendukung capaian target vaksinasi Covid‑19 di wilayah kerja masing‑masing," tulis poin terakhir edaran.

Pada sisi lain kita mendapat informasi bahwa jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi Covid‑19 dosis kedua mencapai 10.584.489 orang, pada Minggu (30/5/2021). Adapun, masyarakat yang divaksin yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik, dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua. Informasi tersebut disampaikan Satgas melalui laman www.kemkes.go.id yang dikutip kompas.com, Minggu sore.

Sementara itu, jumlah masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama yakni sebanyak 16.304.700 orang. Hingga tahap kedua ini, pemerintah menargetkan 40.349.049 orang yang menjadi sasaran vaksinasi Covid‑19. Cakupan vaksinasi tahap kedua baru mencapai 26,23 persen untuk dosis pertama dan 40,41 persen dosis kedua. Sebanyak 1.516.911 tenaga kesehatan sudah divaksinasi dosis pertama dan 1.385.433 telah disuntik dosis kedua.

Kemudian, sasaran pada tahap kedua untuk petugas publik ditargetkan sebanyak 17.327.167 orang. Data pemerintah menunjukkan 11.460.859 orang petugas publik sudah divaksinasi dosis pertama dan 7.020.718 orang telah disuntik vaksin dosis kedua. Sementara itu, sasaran vaksinasi untuk lansia sebanyak 21.553.118 orang. Hingga saat ini, sebanyak 3.294.841 lansia telah divaksinasi dosis pertama dan 2.177.631 lansia disuntik vaksin Covid‑19 dosis kedua.

Sekali lagi, kita sangat mendukung kebijakan pemerintah tersebut untuk memperluas sasaran vaksinasi, apalagi mengingat di Aceh kasus Covid-19 semakin meningkat tajam. Seluruh rumah sakit yang ada di Aceh saat ini sangat kewalahan menampung pasien Covid-19, bahkan seluruh ruang pinere di Aceh sudah penuh dengan pasien dimaksud.

Setiap hari kita mendengar berita kematian, baik melalui media sosial maupun media mainstream, yang korbannya mulai dari tokoh-tokoh masyarakat sampai rakyat biasa, dimana jumlah korban tersebut sebagian besar adalah lansia yang tentu saja perlu perlindungan secara dini. Nah?   

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved