Breaking News:

Internasional

Media Inggris Tuduh Qatar Bantu Jutaan Dolar ke Jaringan Al-Qaeda di Suriah

Media Inggris menuduh Qatar menyalurkan bantuan jutaan dolar AS atau triliunan rupiah ke jaringan Al-Qaeda di Suriah.

Editor: M Nur Pakar
AFP/File
Militan Front Al-Nusra yang teah berganti nama menjadi Front Fateh Al-Sham setelah memisahkan diri dari Al-Qaeda duduk di parit selatan Aleppo, Suriah pada 6 Agustus 2016. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Media Inggris menuduh Qatar menyalurkan bantuan jutaan dolar AS atau triliunan rupiah ke jaringan Al-Qaeda di Suriah.

Hal itu diungkapkan oleh sembilan warga Suriah yang menuduh beberapa tokoh dan lembaga Qatar mendanai teroris di Suriah.

Pengakuan mereka diungkapkan dalam sebuah kasus yang diajukan di pengadilan Inggris, lapor Times of London, Sabtu (5/6/2021)..

Dalam klaim yang dikeluarkan pekan ini di Pengadilan Tinggi di London, orang-orang Suriah mengklaim ganti rugi atas kerugian finansial.

Baca juga: Militan Sahel di Mali Bertarung Habis-habisan, ISIS dan Al-Qaeda Targetkan Sebagai Markas Baru

Baca juga: Al-Qaeda Bersumpah Perang Melawan AS, Akan Jadikan Kembali Afghanistan Sebagai Markas

Termasuk penyiksaan, penahanan sewenang-wenang.

Bahkan, ancaman eksekusi yang dialami sebagai bagian dari skema di tangan Nusra Front.

Salah satu jaringan Al-Qaeda di Suriah.

Berkas-berkas dalam kasus tersebut menyatakan beberapa politisi, pengusaha, badan amal, dan pegawai negeri Qatar terkemuka menggunakan salah satu kantor pribadi emir dan dua bank.

Untuk menyalurkan ratusan juta dolar AS ke miitan Front Nusra.

Times melaporkan menurut dokumen pengadilan, yang telah mereka lihat, Qatar bersama dengan Ikhwanul Muslimin telah membuat rencana.

Untuk secara aktif mendukung dan memfasilitasi ekstremis Front Nusra selama perang saudara Suriah.

Baca juga: Bos Mafia Turki Kembali Berulah, Tuduh Penguasa Kirim Senjata ke Jaringan Al-Qaeda di Suriah

Kontrak konstruksi yang terlalu mahal, pembelian properti, dan pembayaran membantu memindahkan uang, menurut tuduhan itu.

Qatar National Bank dan Doha Bank dituduh memfasilitasi transaksi tersebut, menurut laporan tersebut.

Tetapi, kedua bank itu dengan tegas dan tegas membantah tuduhan tersebut.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved