Opini

Rumoh Aceh; Jati Diri Orang Aceh

Aceh merupakan daerah yang kaya khazanah kesenian, baik klasik maupun kontemporer. Semisal, seni sastra, seperti hadih madja, cae, dan hikayat

Editor: bakri
zoom-inlihat foto Rumoh Aceh; Jati Diri Orang Aceh
FOR SERAMBINEWS.COM
Adnan, Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Lhokseumawe, Aceh

Oleh Adnan, Ketua Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) IAIN Lhokseumawe, Aceh

Aceh merupakan daerah yang kaya khazanah kesenian, baik klasik maupun kontemporer.

Semisal, seni sastra, seperti hadih madja, cae, dan hikayat, seni tari seperti seudati, likok pulo, rateb meuseukat, dan saman, dan seni rupa seperti krong pade, dan rumoh Aceh.

Karya seni itu merupakan artefak bernilai tinggi dalam kehidupan orang Aceh.

Sebab, karya seni dapat menjadi acuan dalam merefleksikan jati diri sekelompok orang.

Artinya, menggali kesenian Aceh secara komprehensif dan holistik, berarti sedang menggali identitas diri (self identity), pandangan hidup (world view), nilai-nilai edukatif (educational of values), ekspresi kolektif, dan jati diri orang Aceh itu sendiri.

Maka, Susane K Langer, filsuf berkebangsaan Amerika Serikat, menyatakan bahwa seni merupakan ekspresi perasaan kolektif, bukan pribadi.

Ini petunjuk bahwa menggali nilai-nilai kesenian bukan sekadar akan menemukan nilai estetika dan etika semata, tapi juga identitas diri, pandangan hidup, nilai-nilai luhur dan ekspresi kolektif, dan jati diri suatu kelompok masyarakat, termasuk seni rupa.

Rumah adat Aceh, yakni rumoh Aceh, merupakan satu seni rupa terapan orang Aceh yang mulai tergerus oleh modernitas arsitektur.

Kini realitas pembangunan infrastruktur fisik di Aceh abai dengan nilai filosofis rumoh Aceh itu sendiri, baik dari aspek arsitektur, gaya dan model, nilai etika dan estetika yang berbasis kearifan lokal.

Mestinya, dalam pembangunan infrastruktur di Aceh, semisal perumahan dan perkantoran, tidak boleh mengabaikan nilai-nilai filosofi rumoh Aceh.

Sumatera Barat dapat menjadi ikon di Indonesia sebagai daerah yang mempertahankan ciri khas kearifan lokal (local wisdom) dalam pembangunan infrastruktur.

Artinya, rumoh Aceh menunjukkan jati diri orang Aceh yang memiliki karakter kuat dan tangguh dalam kehidupan sosial dan alam, jika diabaikan maka rumoh Aceh dengan ragam filosofinya hanya menjadi kenangan dan pajangan di museum semata, tanpa transformasi dalam kehidupan sosial.

Nilai edukatif

Nilai-nilai edukatif yang terdapat pada rumoh Aceh yaitu:

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved