Breaking News:

Haji Uma Angkat Bicara Soal Vonis Terhadap 3 Nelayan Penyelamat Rohingya, Didasari Rasa Kemanusiaan

Namun atas rasa kemanusiaan mereka terhadap anak-anak dan perempuan yang berada dalam perahu yang sama, ketiga nelayan tersebut ikut membawa pulang pu

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Anggota DPD RI asal Aceh H. Sudirman (Haji Uma), ketika bertemu dengan Faisal Afrizal, salah satu dari tiga nelayan penyelamat pengungsi Rohingya, di LP Lhoksukon tanggal 26 Februari 2021. Pada Senin (14/6/2021), Faisal Afrizal dan dua rekannya masing-masing divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Lhoksukon, Aceh Utara. 

SERAMBINEWS.COM -  Vonis masing-masing 5 tahun penjara terhadap tiga nelayan penyelamat Rohingya yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim PN Lhoksukon, Aceh Utara, Senin (14/6/2021), menimbulkan reaksi dan keprihatinan banyak kalangan.

Diberitakan sebelumnya, dalam sidang pamungkas yang berlangsung secara virtual Senin (14/6/2021), Majelis Hakim menyebutkan para terdakwa melanggar Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian JunctoPasal 55 KUHPidana.

Ketiga terdakwa dalam kasus ini dihukum masing-masing 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsidair satu bulan kurungan.  

Mereka adalah Faisal Afrizal (26) warga Desa Ulee Rubek Barat Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Abdul Aziz (31) warga Desa Gampong Aceh Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, dan Faisal Afrizal (43) Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara.

Sebelumnya, mereka dituntut 18 tahun penjara (masing-masing enam tahun) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara.

Anggota DPD RI asal Aceh H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma menilai putusan Majelis Hakim PN Lhoksukon ini sangat berat, dan terkesan tanpa didasari pertimbangan terhadap rasa kemanusiaan.

“Seharusnya Majelis Hakim PN Lhoksukon mempertimbangkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh ketiga orang itu karena rasa kemanusiaan tinggi. Sebagai sesama manusia, kita tentu tidak akan tega melihat puluhan anak-anak dan wanita terombang ambing, menjemput maut di tengah laut,” ungkap Haji Uma kepada Serambinews.com, Jumat (18/6/2021).

Menurut Haji Uma, dirinya berbicara bukan hanya karena melihat sisi positif pemberitaan media massa, namun pada akhir Februari 2021, Haji Uma ikut mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan tersangka Faisal Afrizal (43) di LP Lhoksukon Aceh Utara.

Haji Uma juga mengakui perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh ketiga nelayan tersebut yang telah menjemput 36 etnis Rohingya di tengah laut atas permintaan Adi Jawa dan Anwar.

Namun atas rasa kemanusiaan mereka terhadap anak-anak dan perempuan yang berada dalam perahu yang sama, ketiga nelayan tersebut ikut membawa pulang puluhan etnis Rohingya lainnya ke daratan Aceh Utara.

Baca juga: Syech Fadhil Berang Nelayan yang Menolong Rohingya Divonis 5 Tahun

Baca juga: DPRA Beri Tanggapan Soal Vonis 3 Nelayan Aceh Utara yang Jemput Warga Rohingya di Tengah Laut

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved