Senin, 18 Mei 2026

Berita Aceh

Penderita Penyakit Paru-Paru Rentan Terserang Virus Corona, Pakar Kesehatan Beri Peringatan

Penyakit paru-paru yang telah menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar dunia, ternyata sangat rentan terserang virus Corona.

Tayang:
Penulis: Misran Asri | Editor: M Nur Pakar
youtube channel Surgical Theater
Kondisi paru-paru pasien yang terinfeksi virus corona, lihat bagian warna kuning 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Penyakit paru-paru yang telah menjadi salah satu penyumbang kematian terbesar dunia, ternyata sangat rentan terserang virus Corona.

Kebiasaan merokok dan hidup di tengah-tengah polusi kendaraan yang berat bisa terserang penyakit paru-paru.

Bahkan, pabrik rokok sendiri sudah mengeluarkan peringatnn, merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru.

Bagi para perokok aktif, hal ini harus menjadi perhatian khusus, ancaman nyata dari virus Corona.

Dari sejumlah laporan, penyakit bawaan ini sering disebut sebagai penyebab seseorang meninggal dalam masa pandemi Covid-19 ini.

Baca juga: Cocok Bagi Perokok, Ini 7 Makanan Ampuh untuk Membantu Menghilangkan Nikotin dari Tubuh

Padahal, virus Corona yang sudah menyebar luas, dengan mudah menyerang para penderita penyakit yang memang sudah mematikan ini, sebelum Covid-19 muncul.

Umumnya, penderita penyakit paru-paru yang harus dirawat di rumah sakit sudah dalam kondisi kritis, diduga juga terserang virus Corona.

Melihat hal itu, dengan jumlah perokok aktif di Aceh yang tinggi, sejumlah pakar kesehatan di Jakarta dan Aceh memberi peringatan atas ancaman nyata dari virus Corona.

Acara kesehatan bertajuk “Dancing in the Rain During Covid-19 Pandemic” atau Menari di Bawah Hujan Pandemi Covid-19 digelar di Hotel Kriyad Muraya Banda Aceh.

Kegiatan secara daring itu dilaksanakan selama dua hari, Sabtu (19/6/2021) dan Minggu (20/6/2021).

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Aceh menggelar pertemuan ilmiah respirasi itu.

Kegiatan tahunan ini bekerja sama dengan IDI Aceh, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan RSUD drZainoel Abidin.

Baca juga: Mantan Perokok Bicara Mengenai Bahaya Rokok: Hemat Uang dan Organ Tubuh Lebih Sehat

Adapun pemateri dalam acara ini berasal dari lokal, nasional hingga internasional.

Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini diikuti 496 peserta, selain di Aceh juga di Sumatera dan Jawa.

Hadir juga Dokter Spesialis Paru dan Dokter Umum yang tersebar di Aceh.

"Kegiatan ini untuk menambah ilmu bagi dokter paru maupun dokter umum yang bertugas di Aceh terutama saat pandemi Covid-19 ini," kata Ketua Panitia, dr Ferry Dwi Kurniawan SpP (K), PhD, FAPSR.

Ferry menyampaikan simposium ini mengupas seputar penyakit paru dan bagaimana penanganan penyakit paru di tengah wabah virus Corona.

Dikatakan, banyak hal yang perlu diadaptasi dalam menangani penyakit paru.

Seperti penyakit asma, PPOK, TB, kanker paru, dan terapi non farmakologi penanganan Covid-19.

Dia menjelaskan acara ini juga menjadi ajang mengasah ketrampilan penggunaan alat Ventilasi Non Invasif (Non Invasive Ventilation).

Dikatakan, alat itu memiiki peran penting dalam penanganan Covid-19 dalam sesi workshop.

Acara yang dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (protkes) yang ketat juga disertai tanya jawab secara daring.

Selanjutnya, para dokter paru juga mendalami teknik penggunaan alat bantu napas untuk pasien Covid-19 gejala berat dan kritis.

Pendalaman materi dipandu oleh dokter paru konsultan intervensi, dilakukan secara langsung.

Dipraktikkan melalui boneka manekin menggunakan beberapa alat oksigenasi untuk bantuan napas pada pasien Covid-19.

Seperti nasal kanul, simple mask, masker non-rebreathing (NRM), High Flow Nasal Cannula (HFNC), Bilevel Positive Airway Pressure (BiPAP), Continous Positive Airway Pressure (CPAP).

Praktik alat bantu napas ini dilakukan dari pukul 13.30 hingga 16.00 WIB di pusat kota Banda Aceh.

Diharapkan dari pendalaman dan praktik langsung bantuan oksigenasi ini, dapat meningkatkan keselamatan dan kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Aceh.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan pelantikan pengurus PDPI Aceh periode 2021-2024 oleh dr Chaidir Djafar sebagai representatif IDI Aceh.

Baca juga: Jumlah Perokok Indonesia Ke-3 Tertinggi di Dunia, Pemerintah Diminta Fasilitasi Klinik Stop Merokok

Amanah kepengurusan diserah terimakan dari dr Teuku Zulfikar SpP (K), FISR kepada dr Ferry Dwi Kurniawan SpP (K), PhD, FAPSR sebagai Ketua PDPI Aceh yang baru.

"Dengan kebersamaan dan semangat menghadapi pandemi Covid-19, dokter paru sebagai garda terdepan berperan sangat penting dalam penanganan Covid-19," pesan dr Chaidir.

Dokter paru diharapkan dapat selalu update penanganan Covid-19 yang terus termutakhirkan dan tetap menjaga kesehatan.

Dengan sudah tersebarnya dokter paru di seluruh wilayah Aceh diharapkan penanganan Covid-19 dapat lebih optimal.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved