Breaking News
Jumat, 5 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Sudah Berkurang karena Ditertibkan, Jukir Liar Masih Ada di Banda Aceh, Tapi Terus Ditertibkan

Hanya saja, jadwal beroperasinya para jukir liar tersebut kecenderungannya pada hari libur kerja kantor (Sabtu dan Minggu), sehingga mereka pikir

Tayang:
Penulis: Misran Asri | Editor: Mursal Ismail
FOR SERAMBINEWS.COM
Personel Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh mengamankan 14 jukir liar dan pengutip dana dari pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Penyeberangan Ferry Ulee Lheue, kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Jumat (18/6/2021) 

Hanya saja, jadwal beroperasinya para jukir liar tersebut kecenderungannya pada hari libur kerja kantor (Sabtu dan Minggu), sehingga mereka pikir kurang mendapat perhatian petugas.

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh melihat para juru parkir (Jukir) liar masih berani menjalankan aktivitasnya mengutip retribusi parkir dari warga.

Hanya saja, jadwal beroperasinya para jukir liar tersebut kecenderungannya pada hari libur kerja kantor (Sabtu dan Minggu), sehingga mereka pikir kurang mendapat perhatian petugas.

Fakta tersebut diungkap Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot MSi, melalui Kabid Perparkiran, Mahdani SE, kepada Serambinews.com, Senin (21/6/2021).

"Kami sangat-sangat terbantu dengan giat yang dilaksanakan pihak Kepolisian saat ini dalam meminimalisir aksi premanisme, termasuk penertiban juru parkir.

Kami menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya," terang Mahdani.

Baca juga: Polisi Amankan 13 Jukir Liar , Satu Pengutip Dana dari PKL

Baca juga: Dishub Ancam Pidanakan Jukir Liar

Baca juga: Petugas Gabungan Jaring 10 Jukir Liar di Lima Lokasi, Ancam Dipidanakan Jika tak Urus Izin Resmi

Selama penertiban yang dilakukan pihak kepolisian, khususnya Polresta Banda Aceh, aksi jukir-jukir liar yang tersebar di hampir semua ruas jalan di Kota Banda Aceh, mulai berkurang, bahkan turun secara signifikan.

Lalu, akibat aksi para jukir liar yang mengutip retribusi selama ini dari warga, menyebabkan kebocoran pendapatan asli daerah (PAD) Kota Banda Aceh dari segi perparkiran.

Mahdani menerangkan dengan mulai intensnya penertiban yang dilakukan petugas kepolisian terhadap aksi premanisme, termasuk menjaring para jukir liar telah memberikan dampak besar.

"Biasanya para jukir-jukir liar tersebut, tanpa hari terus menjalankan aktivitasnya, meski di satu sisi saat ini sudah mulai berkurang. Tapi, sudah mulai beralih di hari-hari libur," sebutnya.

Lalu, dampaknya para jukir-jukir liar sudah mulai tumbuh kesadaran mendaftarkan diri sebagai jukir resmi di bawah pengawasan Dishub Kota Banda Aceh.

"Jukir liar yang sudah melapor untuk mengurus izin resmi di Dishub, ada 5 lokasi dari 20 lokasi yang kita temukan dijaga oleh jukir liar.

Kelima lokasi yang sudah melapor untuk menjadi jukir resmi itu, yakni di depan Bakso Loli, juru parkir di depan Silva Rezeki, samping New Normal, depan Dek Chek Pango serta depan Cafe Tower Premium Simpang Lima,"  sebut Mahdani.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved