Breaking News:

Mantan PM Belanda Mengundurkan Diri dari Partai, Kecewa karena Abaikan Penderitaan Rakyat Palestina

Van Agt menjabat sebagai menteri kehakiman di Belanda dari 1971-1977 dan juga sebagai wakil perdana menteri.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
The Rights Forum
Dries van Agt, Perdana Menteri Belanda periode 1977-1982. 

Ia menjadi Perdana Menteri Belanda pada periode 1977-1982.

Antara tahun 1968-1971, Van Agt menjadi profesor hukum kriminal di Universitas Katolik Nijmegen.

Antara tahun 1971-1973, ia menjadi menteri hukum dalam Kabinet Biesheuvel I dan II.

Ia menjadi objek kemarahan publik ketika mencoba memintakan ampunan untuk 3 penjahat perang Nazi yang masih ditahan di penjara Belanda pada tahun 1972.

Antara bulan Desember 1977-November 1982, Van Agt menjadi Perdana Menteri dalam 3 pemerintahan berturut-turut.

Setelah pemerintahannya mundur, ia tetap menjadi anggota parlemen Belanda hingga tahun 1983, ketika diangkat sebagai Komisaris Ratu (setara dengan gubernur) untuk Brabant Utara.

Antara tahun 1995-1996, ia menjadi guru besar tamu dalam Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Kyoto.

Pada bulan Mei 2006, Van Agt mengajar di Kairo atas undangan majalah elektronik Arab-West Report mengenai perubahan besar dalam iklim bidaya Eropa barat laut dalam beberapa dasawarsa sebelumnnya, yang menjadi bermusuhan pada agama, termasuk Islam.

Baca juga: Kisah di Balik Konflik di Papua dan Lahirnya KKB Papua, Ternyata Ada Adu Domba Belanda

Van Agt berpendapat bahwa kaum Muslimin harus memahami perubahan itu agar dapat menanggapi tudingan miring Eropa atas Islam dan dunia Islam secara lebih baik.

Sejak beberapa waktu terakhir, Van Agt menjadi penasihat umum untuk Forum Keadilan dan Perdamaian Internasional, sebuah yayasan yang bernaung di bawah hukum Belanda, didaftarkan di Departemen Perdagangan di Amsterdam.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved