Kupi Beungoh
Donor Darah, Cara ASN Pemerintah Aceh Bantu Sesama saat Pandemi Covid-19
Gubernur Aceh Nova Iriansyah menggagas aksi donor darah Aparatur Sipil Negara Pemerintah Aceh, baik pegawai negeri sipil maupun tenaga kontrak.
Oleh: Muhammad Iswanto*)
Pandemi Covid-19 yang masih melanda seluruh penjuru negeri telah membawa berbagai perubahan dan berbagai dampak terhadap tatanan kehidupan.
Selain dampak kesehatan dan ekonomi yang begitu ganas mengancam nyawa dan pola kehidupan normal manusia, wabah Virus Corona itu juga berdampak terhadap berbagai sektor lainnya.
Pandemi Covid-19 turut membuat kegiatan donor darah masyarakat menurun drastis, akibat kegiatan pembatasan ataupun karena merasa takut tertular dan lain sebagainya.
Hal tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia sebagaimana diberitakan media. Tidak terkecuali di Aceh.
Saban hari di media sosial masyarakat ada saja yang membutuhkan darah baik untuk diri sendiri maupun keluarga yang sedang terbaring dipesakitan.
Awal tahun lalu, saat Virus Corona baru-baru merebak di Indonesia, dampaknya begitu sangat terasa.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqni, mengeluhkan stok darah di tempatnya itu nyaris kosong.
Baca juga: Bolehkah Donor Darah Setelah Divaksin Covid-19, Bahkan Pernah Positif Covid-19? Begini Penjelasannya
Kegiatan sosial donor darah tak boleh digelar pada saat itu. Aktivitas masyarakat di tempat publik harus dibatasi dengan ketat.
Sementara rumah sakit di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar sangat membutuhkan supply darah untuk penanganan pasiennya baik yang emergency maupun rutin membutuhkan darah seperti pasien thalasemia.
Syukurnya, masalah yang mengkhawatirkan itu tidak dibiarkan begitu saja. Pemimpin negeri amatlah peka.
Beranjak dari masalah yang begitu kompleks itu, inisiatif dan solusi hadir dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.
Orang nomor satu di provinsi paling ujung barat Indonesia itu melihat ada begitu besar potensi yang dimiliki Pemerintah Aceh untuk menjawab masalah kekurangan stok darah tersebut.
Masalah kemanusiaan yang tak boleh disepelekan dan harus segera ditindak lanjuti.
Awal bulan Mei 2020, Gubernur Nova menggagas aksi donor darah Aparatur Sipil Negara Pemerintah Aceh, baik pegawai negeri sipil maupun tenaga kontrak.
ASN Pemerintah Aceh yang bertugas di wilayah Banda Aceh saja berkisar 18 ribu lebih. Mereka tersebar di seluruh kantor Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA).
Baca juga: Hari Donor Darah Sedunia, Ini 7 Manfaat Kesehatan setelah Melakukan Donor Darah
Nova melihat jumlah aparatur tersebut sebagai potensi untuk membantu masalah kelangkaan darah di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.
Sejak saat itu, aksi donor darah rutin digelar di setiap kantor SKPA. Pemerintah Aceh bekerjasama dengan PMI menggilir kegiatan donor darah pada setiap SKPA.
Petugas PMI mendatangi langsung ke setiap kantor SKPA berdasarkan jadwal yang telah ditentukan dalam kalender donor darah ASN Pemerintah Aceh yang dikoordinir oleh Biro Keistimewaan dan Kesejahteraan Setda Aceh.
Per tahun 2020, sejak digelar pada bulan Mei hingga Desember, total darah yang terkumpul dari ASN Pemerintah Aceh mencapai 6.556 kantong darah.
Sementara pada tahun 2021, hingga hari ini total darah terkumpul sudah mencapai 2.840 kantong.
Aksi kemanusiaan ini akan terus berlanjut. Pemerintah Aceh akan terus mendorong dan mendampingi aparaturnya untuk proaktif menjalankan aksi kemanusiaan yang sangat mulia ini.
Tentu saja suksesnya aksi kemanusiaan ini tidak terlepas dari dukungan seluruh ASN, yang senantiasa mengabdikan diri untuk kepentingan publik.
Tidak hanya menjalani tugas sebagai pelayan masyarakat, ASN Pemerintah Aceh juga telah menjadi aparatur yang peduli terhadap masalah dan ringan tubuh untuk membantu orang-orang di lingkungannya.
Karena itu, sudah selayaknya semua pihak dan elemen masyarakat memberikan apresiasi kepada ASN Pemerintah Aceh yang telah senantiasa dan sukarela menyumbangkan darahnya secara rutin untuk kebutuhan medis dan kebutuhan kemanusiaan lainnya.
Gubernur Nova Iriansyah dalam beberapa kesempatan usai melakukan donor darah di PMI Banda Aceh menyatakan komitmen Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinannya terhadap keberlanjutan aksi kemanusiaan terkait gerakan donor darah ASN ini.
Aksi Gubernur Aceh mendorong aparaturnya untuk berbagi dan membantu itu, juga menuai apresiasi dari Ketua Palang Merah Indonesia Kota Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqni.
Ia mengakui jumlah stok darah di PMI terbantu berkat aksi tersebut. Sehingga pemenuhan kebutuhan darah untuk rumah sakit dan pasien thalasemia tidak terlalu rumit lagi.
Tak hanya itu, bahkan apresiasi juga datang dari mantan Wakil Presiden Indonesia yang juga Ketua Umum PMI Pusat, Muhammad Jusuf Kalla.
Pria dengan sapaan akrab JK itu menilai Gubernur Aceh begitu peka terhadap kondisi kelangkaan darah di tengah pandemi.
Karena itu ia mengakui upaya memobilisasi ASN untuk mendonorkan darahnya sangat efektif mengatasi masalah yang terjadi itu.
Pada akhirnya kita berharap aksi kemanusiaan ini tidak berhenti di ASN Pemerintah Aceh saja.
Alangkah indahnya jika seluruh bupati dan wali kota ikut menggerakkan aparaturnya untuk melakukan aksi serupa.
Begitupun dengan pemangku kepentingan serta elemen masyarakat lainnya, ikut juga mendonor secara suka rela.
Dengan begitu, keluhan pasien terhadap kurang dan langkanya darah di grup whatsapp tidak lagi kita dengar.
Kita sangat mendambakan suasana dimana para dokter dapat dengan mudah mengobati dan melakukan tindakan medis tanpa hambatan karena menunggu supply darah.
Para pasien penderita thalasemia tidak perlu lagi khawatir menunggu supply darah saat waktunya tiba. Alangkah indahnya jika itu terjadi.
Sebagai manusia yang diamanahkan oleh sang khaliq untuk menjadi khalifah di atas permukaan bumi ini, sudah selayaknya setiap diri kita menjadi orang yang bermanfaat antar sesama kita.
Pastikan diri kita menjadi salah satu orang yang bermanfaat melalui darah yang kita sumbangkan.
Dan nantinya darah tersebut menjadi penyambung hidup bagi salah satu di antara manusia yang hidup di bumi ini.
Terlebih dibeberapa hari yang lalu kita baru saja kita memperingati Hari Donor Darah Se-Dunia (HDDS).
Peringatan juga dirangkai dengan kegiatan donor darah. Karena itu, mari lah kita peringati momentum tersebut dengan meningkatkan aksi donor darah di Bumi Serambi Mekkah.
Darah yang kita sumbangkan sangat membantu saudara-saudara kita di rumah sakit. Ayo donor darah!
*) PENULIS adalah Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/karo-humpro-pemerintah-aceh-muhammad-iswanto.jpg)